CITIZEN REPORTER
SYL Bekali Mahasiswa KKN Unhas
Laporan: Shalahuddin, Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM -- Ribuan mahasiswa memadati Gedung auditorium Kampus II UIN
Alauddin Makassar di Samata. Pemandangan tersebut nampak sejak pukul
07.30 pagi (23/2). Kedatangan ribuan mahasiswa tersebut untuk menghadiri
pembekalan KKN angkatan 47 UIN Alauddin Makassar yang rencananya
digelar 23-25 Februari mendatang.
Pada acara tersebut, khusus untuk hari pertama pembekalan Mahasiswa KKN,
Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo turut ambil bagian di
dalamnya untuk memberikan materi. Kedatangan SYL sekitar pukul 10.00
pagi di kampus UIN itu disambut meriah mahasiswa UIN Alauddin Makassar
dengan suasana riuh tepuk tangan.
Dalam penyampaiannya di hadapan mahasiswa UIN, Syahrul mengungkapkan
bahwa lewat KKN mahasiswa menyempurnakan ilmu yang didapatkan selama ini
di kampusnya. "KKN adalah proses pematangan agenda. Petiklah
penyempurnaan ilmu kalian di desa. Umumnya yang berhasil pada KKN
menjadi pemimpin yang baik," katanya.
Selain itu SYL berpesan pada mahasiswa bahwa pengamatan terhadap kondisi
ekonomi di desa tempat KKN harus diperhatikan. Karena menurutnya dengan
ekonomi yang baik maka sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan
akan ikut terdorong peningkatannya. "Memperbaiki pendidikan dan ekonomi
di desa adalah hal yang harus dibawa ke desa tempat KKN. Dengan
peningkatan ekonomi akan makin baik pendidikan dan akan diiringi dengan
peningkatan kesehatahatan yang baika. Dengan sendirinya pun akan membuat
masyarakat semakin baradab," ujarnya.
Selain itu SYL berikan rumus sukses pada mahasiswa, ia menyebutkan rumus
sukses itu adalah PAKUI. PAKUI itu adalah Pray, Attitude, Knowledge,
Ulet,dan Impikan.
Sekadar diketahui mahasiswa semester akhir UIN Alauddin akan mengikuti
KKN selama dua bulan yang rencananya digelar pada awal bulan maret
hingga april mendatang. Berdasarkan laporan Ketua Lembaga Penjamin Mutu
UIN, Prof. Sattu Alang yang disampaikan di hadapan Gubernur Sulsel dan
Mahasiswa UIN, sebanyak 1678 mahasiswa UIN akan disebar di 10 kabupaten
yang ada di Sulsel. Kesepuluh kabupaten tersebut adalah Makassar, Gowa,
Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Maros, Pangkep, Pinrang dan
Sidrap.
Sebelum acara pembekalan itu dimulai, Kakanwil Kemenag Sulsel yang juga
mantan pembantu rektor III di kampus itu, Gazali Suyuthi, memberikan
pengantar kata di hadapan ribuan mahasiswa. Menurutnya saat memasuki
bekas kampusnya tersebut, ia merasa enggan untuk meninggalkan kampus
itu. Bukan tanpa alasan, menurutnya lewat kampus itu namanya banyak
dikenal sebagai aktivis kampus di berbagai organisasi intra kampus yang
sempat didirikannya semasa ia masih tercatat sebagai mahasiswa IAIN masa
itu. "Kalau masuk kampus ini saya seperti tidak mau pulang. Saya besar
di kampus ini. Saya masuk di kampus ini tahun 1977. Banyak organisasi
intra yang telah saya dirikan bersama teman-teman. Seperti Pramuka,
Black Phanter, dan Mapala," ungkapnya.(*)