CITIZEN REPORTER
CITIZEN: Unhas Kehilangan Guru Besar Sastra
Laporan: M Dahlan Abubakar Kepala Humas Unhas melaporkan dari Makassar
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ina Maharani
Laporan: M Dahlan Abubakar Kepala Humas Unhas melaporkan dari Makassar
UNIVERSITAS Hasanuddin (Unhas) kehilangan guru besar lagi. Setelah beberapa waktu silam, Prof Dr Abu Hamid berpulang ke rahmatullah, pukul 01.20 dinihari Senin (15/8), Prof Dr Nurdin Yatim, guru besar Fakultas Sastra, meninggal dunia setelah seminggu dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus A Paturusi yang melayat bersama Wakil Rektor I Prof Dr Dadang Achmad Suriamiharja MEng dan Wakil Rektor IV Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA saat melepas keberangkatan pengebumian jenazah di Bontonompo, Kabupaten Gowa, mengatakan, 2 Agustus 2011 almarhum masih hadir dalam Rapat Senat Unhas di Kampus Tamalanrea.
Bahkan, Nurdin Yatim masih datang menanyakan perpanjangan guru besarnya yang kelima kalinya. "Kita semua terkejut dengan berita duka ini dan sangat kehilangan dengan kepergian teman kerja ini," ujar Idrus yang mengenal almarhum sejak jadi mahasiswa.
Nurdin Yatim dilahirkan di Kabupaten Gowa 12 Desember 1941 dengan pangkat terakhir Pembina Utama Golongan IV/e. Almarhum menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Sastra Unhas Jurusan Sastra Timur (Indonesia) tahun 1965. Namun almarhum merupakan dosen Sastra Timur yang mengajar Jurusan Bahasa Inggris (Sastra Barat).
Pada tahun 1979 Nurdin Yatim menyelesaikan pendidikan master di Singapura dan pendidikan doktor di Unhas tahun 1982. Sejak 1 Oktober 1993, dia diangkat sebagai guru besar. Selama karier pegawai negeri sipilnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Fakultas Sastra Unhas tahun 1970, Direktur Pusat Bahasa Unhas 1983, dan Sekretaris Lembaga Penelitian Unhas tahun 1988.(*)