Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan 1432 H

Sanusi Baco: Perbayaklah Sedekah

Sanusi Baco: Perbayaklah Sedekah

Tayang:
Penulis: Suryana Anas | Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -Ketua MUI Sulawesi Selatan AGH Sanusi Baco Lc memberikan ceramah Ramadan di Musalah Rektorat Universitas Negeri Makassar (UNM), kampus UNM Gunungsari, Makassar, Senin (08/08/2011). Ceramah Ramadan ini merupakan agenda rutin UNM selama bulan Ramadan yakni setiap Senin dan Kamis dan dihadiri oleh Rektor dan Pembantu Rektor UNM, Direktur Pascasarjana UNM, dan sivitas akademika UNM.

Dalam ceramahnya, Sanusi membahas tentang nikmat Allah yang tidak dapat dikalkulasikan. Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada alat yg bisa menghitung nikmat Allah. Allah dalam salah satu nama dari Asmaul Husna adalah Ganiun (maha kaya) dan Hamidun (maha terpuji). Manusia tidak bisa dikatakan Ganiun meskipun begitu banyak harta yang dimilikinya, karena manusia tetap membutuhkan orang lain. Allah dinamakan Hamidun karena Dialah yg paling banyak memberi nikmat, sedangkan manusia nikmat dan kebaikan yang bisa diberikannya masih kurang.

Ia menambahkan, kemuliaan Ramadan sebenarnya tidak berdiri sendiri karena nama Ramadan sudah ada sebelum Islam datang. "Ramadan artinya tenggorokan yang kering karena saat itu ramadan datang bertepatan dengan musim panas, terkadang sampai 50 derajat celcius," ujarnya.

Ketika Islam datang tetap diberi nama Ramadan tapi bukan lagi dalam arti tenggorokan yang kering. Keutamaannya  Ramadan ketika itu disebabkan oleh dua hal yakni dalam  bulan ini diwajibkan puasa pada tahun ke-2 Hijriah. Dan di dalam bulan itu diletakkan batu pertama agama Islam dengan diturunkannya  ayat 1 dari Alquran, yaitu Iqra artinya bacalah Muhammad dengan menyebut nama Tuhanmu. Ayat ini Allah hanya mengatakan bacalah.

Menurut kaidah bahasa arab suatu perintah yang tidak disebutkan pendritanya, maka perintah itu bersifat umum. Bacalah. Alquran, bacalah surat kabar, bacalah tv, dan bacalah orang.

"Kemajuan suatu bngsa karena rakyatnya rajin membaca. Negara Eropa maju karena rakyatnya rajin membaca sehingga hampir setiap rumah memiliki rak buku.  Namun ilmu tanpa agama akan berpotensi membawa malapetaka," tambahnya.

Sanusi Baco juga memaparkan tentanq Alquran yang merupakan  kitab suci sakaligus mukjizat Allah. Diharapkan kepada kaum muslim menempatkan Alquran di tempat yang paling tinggi. Tetapi menjukkan betapa dakat Alquran di hati kaum muslimin.

"Tujuan puasa adalah lahirnya orang-orang bertakwa. Alquran adalah petunjuk dan ciri orang yang bertakwa adalah suka memberi, dengan catatan harta yang diberikan kepada orang lain dia sendiri masih mencintainya," katanya.

"Usahakan dalam ramadan kita banyak memberi, bersedekah. Karena manusia dilihat dari apa yang sudah ia berikan, bukan apa yang sudah ia terimanya," ujarnya.(*/tribun-timur.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved