Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Aspal Naik

Dinas PUPRP Wajo Hitung Ulang Anggaran Pengaspalan, Panjang Proyek Dikurangi

Lanjut, kata dia lonjakan harga aspal memengaruhi proses tender proyek infrastruktur jalan.

Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
BUPATI WAJO - Bupati Wajo Andi Rosman (kiri) bersama Kadis PUPRP Wajo, Ibnu Hasyim (kanan). Pihaknya mengaku tengah melakukan penyesuaian target pekerjaan pengaspalan sejumlah ruas jalan tahun 2026 akibat harga aspal naik 50 persen. 

TRIBUNTIMUR.COM, WAJO - Harga aspal di Sulawesi Selatan (Sulsel) naik 50 persen.

Hal itu tentu berdampak pada proyek jalan, termasuk pemeliharaan jalan di Kabupaten/Kota.

Di Kabupaten Wajo misalnya, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) mengaku tengah melakukan penyesuaian target pekerjaan pengaspalan sejumlah ruas jalan tahun 2026.

"Sangat berdampak, kita perlu menyesuaikan perencanaan dan RAB dengan adanya kenaikan harga aspal untuk disesuaikan dengan harga yang ada," ujar Kadis PUPRP Wajo, Ibnu Hasyim kepada Tribun-Timur.com, Kamis (7/5/2026)

Lanjut, kata dia lonjakan harga aspal memengaruhi proses tender proyek infrastruktur jalan.

Selain itu, bakal membuat volume pekerjaan yang sebelumnya direncanakan harus dihitung ulang.

Sebab, saat ini harga aspal jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

“Tidak menutup kemungkinan ada target yang berkurang, misal panjang pengaspalan. Karena harga tahun lalu di bawah dari harga sekarang," paparnya.

"Estimasi harga masih dilakukan perhitungan ulang," sambung Ibnu.

Di sisi lain, Dinas PUPRP Kabupaten Wajo bakal melakukan pengaspalan di sejumlah ruas pada Juni mendatang.

"Rencana ada pengaspalan di bulan Juni, tapi karena harga aspal naik terlebih dulu kita dorong perencanaan untuk di lelang kemudian," tegasnya

Ia menyebut revisi gambar bukan sekadar istilah teknis.

Di dalamnya ada kemungkinan pengurangan panjang jalan, penyesuaian spesifikasi, atau perubahan skala pekerjaan.

Di sinilah pembangunan diuji.

Antara menjaga kualitas atau menyesuaikan kuantitas.

Jalan yang dibangun harus tetap memenuhi standar.

“Tetap mengutamakan kualitas. Kalau kuantitas kita harus melakukan penyesuaian dengan anggaran yang ada," tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Wajo menggelontorkan dana sebesar Rp125 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dana itu untuk membenahi 48 ruas jalan sepanjang 61,4 Kilometer (Km)

Bahkan, Pemkab Wajo juga mendapat kucuran dana dari Pemerintah Pusat sebesar Rp159 milar melaui program Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk memperbaiki 4 ruas jalan sepanjang 30 Km melalui skema anggaran multi years.

Bupati Andi Rosman menyebut ada 53 ruas jalan yang berhasil dikerjakan Pemkab Wajo di tahun 2025.

"Masing-masing, 48 ruas jalan untuk APBD, empat ruas jalan IJD dan 1 ruas jalan dari bantuan keuangan provinsi. Khusus ruas Buriko-Belawai sumber dananya ada 2, APBD dan APBN," jelas Andi Rosman. (*)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved