Lomba Hardiknas Wajo, Energi Baru Generasi Muda
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Alamsyah, menyebut kegiatan ini bukan sekadar perlombaan.
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO - Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 terasa hangat di Kabupaten Wajo.
Di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, riuh tawa, lantunan ayat suci, hingga irama lagu religi menyatu dalam satu energi: energi generasi muda.
Hardiknas yang diperingati setiap 2 Mei tak sekadar seremoni.
Di Wajo, momen ini menjelma menjadi panggung ekspresi, tempat siswa, guru, hingga pejabat ikut ambil bagian dalam beragam lomba yang sarat makna.
Sejak akhir April, kawasan kantor dinas dipadati peserta dari berbagai penjuru.
Ribuan siswa dan pendidik dari 14 kecamatan hadir, membawa semangat dan harapan yang sama—menjadi lebih baik, lebih kreatif, dan lebih berkarakter.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Alamsyah, menyebut kegiatan ini bukan sekadar perlombaan.
Baca juga: Tergantung Pak Polisi
Ada misi besar yang ingin ditanamkan.
Membentuk generasi berakhlak, disiplin, dan berprestasi.
“Melalui lomba-lomba ini, kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai agama, kreatif, dan sehat jasmani. Ini bagian dari investasi menuju generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya.
Di tingkat SMP, nuansa religius begitu terasa.
Lomba Hifdzil Qur’an menguji hafalan peserta dari surah As-Syams hingga An-Naba’.
Sementara lomba lagu religi menghadirkan lantunan merdu dari lagu-lagu populer yang akrab di telinga generasi muda.
Dari “Bismillah Cinta” hingga “Ya Habibal Qalbi”, panggung menjadi ruang ekspresi spiritual yang menyentuh.
Beranjak ke tingkat SD, suasana semakin berwarna.
| Deretan Tokoh dan Pengurus di Harlah ke-92 GP Ansor Sulsel |
|
|---|
| Tangis Haru Keluarga Saksikan 386 JCH Wajo Naik 13 Unit Bus Borlindo ke Asrama Haji Sudiang Makassar |
|
|---|
| Andy Merly Bicara soal Emansipasi Perempuan di Kabupaten Wajo |
|
|---|
| Buludua Coffee di Soppeng Viral, Suguhkan Panorama Gunung dan Area Camping |
|
|---|
| Kue Kering Khas Lebaran Bisa Laku Rp 7 Juta Perhari di Pasar Sengkang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kadis-Pendidikan-Wajo-Alamsyah-berdiri.jpg)