Strategi Pemkab Wajo Hadapi El Nino Godzilla, Bulog: Stok Beras Capi 30 Ribu Ton
El Nino Godzilla itu sendiri merujuk pada pemanasan suhu permukaan laut yang masif di Samudera Pasifik.
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ansar
TRIBUNTIMUR.COM, WAJO - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Wajo mulai atur strategi hadapi fenonema El Nino Godzilla.
El Nino Godzilla itu sendiri merujuk pada pemanasan suhu permukaan laut yang masif di Samudera Pasifik.
Hal ini berpotensi memicu kemarau panjang, kekeringan ekstrem, hingga kebakaran hutan dan krisis air yang signifikan.
Fenomena ini diperkirakan terjadi mulai April hingga Oktober 2026.
Olehnya itu, Satuan PP Damkar Wajo tengah mencanangkan berbagai strategi teknik dalam menghadapi hal demikian.
Plt Satpol PP dan Damkar Wajo, Andi Hasanuddin mengaku mulai meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
"Fenomena itu bukan hal baru tapi tetap menyimpan ancaman serius jika tidak diantisipasi dengan baik," ujarnya saat ditemui Tribun-Timur.com di Kantornya, Selasa (31/3/2026) siang.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni meninjau ulang kesiapan personel melalui latihan mandiri dan pembentukan tim siaga.
"Kami terlebih dahulu berkordinasi dengan Bapak Bupati bersama dengan jajaran OPD terkait, utama Dinas Pertanian dan Perikanan serta Dinas Lingkungan Hidup," paparnya.
"Lewat kordinasi itu nantinya bakal dibicarakan langkah apa yang dinilai strategis menghadapi El nino ini. Utamanya potensi kebakaran hutan/lahan (karhutla)," tambahnya.
Tak hanya itu, pihaknya mempercepat deteksi dan penanganan dini kebakaran lahan di tingkat Desa.
"Kami bakal turun memantau titik panas (Hot spot) dan menjaga cadangan air untuk pemadaman," bebernya.
Adapula, imbauan kepada warga agar tidak melakukan pembakaran sampah di sembarang tempat.
Di sisi lain, Kepala Bulog Cabang Wajo, Farid Nur menegaskan stok beras menghadapi fenomena El Nino dipastikan aman.
"Siap, stok beras dipastikan aman. Kami dari Bulog Wajo menyerap sekira 30 ribu ton dan saat ini sudah tersimpan rapi semua di gudang Bulog," ujarnya, terpisah.
Sebelumnya, fenomena ini membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering.
Kondisi ini mengkhawatirkan petani dan masyarakat.
Pasalnya beras masih menjadi pangan utama masyarakat.
Kemarau panjang dinilai akan berdampak ke produksi pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku sudah siap menghadapi fenomena tersebut.
Apalagi stok beras di Indonesia diklaim masih mencukupi hingga Desember 2026.
"Stok kita hari ini cukup untuk 10 bulan kedepan jadi sedangkan kekeringan hanya 6 bulan jadi Insyaallah aman," kata Andi Amran Sulaiman sembari berjalan meninggalkan Pinisi Ballroom di Hotel Claro Makassar pada Kamis (26/3/2026).
Amran Sulaiman mengaku sudah bertemu Presiden Prabowo Subianto membahas persoalan tersebut.
Disebutnya meski ada kemarau panjang, beberapa lahan sawah tetap bisa produksi.
Dirinya berkaca pada kekeringan pada 2023 dan 2024.
Meski dilanda kekeringan, produksi tetap terjaga 2 juta ton per bulan.
Sehingga dengan stok yang ada saat ini saja sudah bisa memenuhi kebutuhan hingga Desember.
Apabila saat kekeringan produksi bisa dijaga maka stok bisa dipenuhi hingga 2027.
"Belum dihitung yang ditanam pada bulan April, Mei, Juni, Juli sampai dengan Desember. Jadi aman saja. Stok kita per hari ini 4,2 juta ton bulan depan 5,2 juta ton tidak pernah terjadi stok seperti itu," jelasnya.
Stok beras di Sulsel memang masih melimpah. Bahkan cukup hingga konsumsi di tahun 2027.
Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi menyebut masyarakat tidak perlu khawatir dengan stok beras di Sulsel.
"Stok beras kami per hari ini 533 ribu ton, cukup sampai lebaran tahun depan," kata Fahrurozi yang mengenakan rompi cokelat dan topi saat ditemui Tribun-Timur.com di depan Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat (20/2/2026).
Stok beras saat ini merupakan terbesar dalam sejarah.
Sehingga secara harga pun disebutnya beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) harusnya tetap terjaga. (*)
| 387 CJH Wajo Tiba di Asrama Haji Sudiang, 118 Lansia Diimbau Jaga Kesehatan |
|
|---|
| RDP DPRD Wajo Bahas Gaji PPPK Paruh Waktu |
|
|---|
| Kisah Irwan dan Sang Kakak, Petani Asal Maniangpajo Wajo Berangkatkan Keluarga ke Tanah Suci |
|
|---|
| Dini Hari di Palaguna: Tradisi Hangat Warga Wajo Mengantar Jemaah Haji |
|
|---|
| 96 Personel Gabungan Amankan Pemberangkatan 385 JCH Wajo Menuju Asrama Haji Sudiang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/KEMARAU-PANJANG-Andi-Hasanuddin.jpg)