Tribun Kuliner
Roti Rumahan MJF Bakeri, Cita Rasa Lokal di Jantung Makassar
Saifuddin buka MJF Bakeri, roti segar dan beragam varian hadir untuk warga Makassar.
Ringkasan Berita:
- MJF Bakeri, usaha roti rumahan di Makassar, dikelola Saifuddin, 52 tahun, sejak pertengahan 2024.
- Nama usaha diambil dari ayahnya, Muhammad Jafar, sebagai bentuk motivasi.
- Produksi roti mencapai 150 buah per hari dengan varian cokelat, pisang, keju, sosis, dan donat.
- Saifuddin dibantu istri, memasarkan roti ke beberapa wilayah dan pasar tradisional.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Usaha roti rumahan MJF Bakeri kini menjadi pilihan warga Makassar untuk menikmati roti segar dengan berbagai varian rasa.
Terletak di Gang Damai Lorong Satu, RT 001 RW 008, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, usaha ini dikelola oleh Saifuddin, 52 tahun, kelahiran Bima, 18 Desember 1972.
Nama MJF Bakeri diambil dari nama ayahnya, Muhammad Jafar, sebagai bentuk penghormatan sekaligus motivasi baginya dalam membangun usaha.
“Motivasi ayah ke saya banyak. Itu alasan saya menggunakan namanya,” ujar Saifuddin pada tribun-timur.com, Rabu (14/1/2026).
Saifuddin memulai usahanya pada pertengahan 2024, setelah lebih dari dua puluh tahun bekerja sebagai koki di salah satu cabang toko ritel.
Pengalaman panjang itu ia jadikan bekal sebelum akhirnya memutuskan membuka usaha sendiri, terutama setelah terjadi pengurangan karyawan di tempatnya bekerja.
"Lebih dua puluh tahun saya bekerja sebelum kena PHK," ucapnya.
Bahan-bahan digunakan membuat roti ialah:
Tepung
Mentega
Garam
Gula pasir
Telur
Pelembut
Bahan pengembang
“Sesuai dengan standar kesehatan,” kata Saifuddin.
Roti produksi dibuat Saifuddin memiliki daya tahan hingga 6 hari.
"Tapi standar kesehatan 3 hari saja," ucapnya.
Saifuddin mengungkapkan, jumlah roti diproduksi disesuaikan dengan permintaan.
Rata-rata, menghasilkan sekitar 150 buah roti per hari.
"Perkilo adonan itu bisa hasilkan 36 roti, sementara saya rata rata buat 5 kilo, kita hitung sendiri itu," ujar Saifuddin.
Saifuddin menjelaskan, tahapan pembuatan roti meliputi penimbangan bahan, pengadukan adonan melalui mesin mixer selama sekitar 10 menit, pendiaman adonan selama 25 menit, pembentukan, lalu setelah itu pemanggangan selama 15 menit.
"Dibentuk dulu, lalu diisi, terus dimasukkan ke mesin pembakaran," ucapnya.
Dalam menjalankan usahanya, Saifuddin dibantu istrinya, Hasriani.
Menurut Saifuddin, untuk membangun usahanya ini, ia merogoh modal awal sebesar Rp100 juta
"Rp60 juta saja itu dialokasikan untuk alat-alat," ucapnya.
Produk yang dibuat Saifuddin dipasarkan di wilayah Antang, Jalan Sunu, Rappocini, Sungguminasa Gowa, serta sejumlah pasar tradisional.
Varian produk yang dihasilkan meliputi roti cokelat pisang, cokelat keju, abon, pisang keju, cokelat, roti sosis, serta donat.
Saifuddi mengungkapkan, pemesanan produk dapat dilakukan melalui layanan WhatsApp di nomor 0813 5546 8805.
"Jika ada acara atau kegiatan, kami siap menyuplai, silakan saja hubungi kami," ucapnya. (*)
| Wingstop Masuk Makassar, Persaingan Bisnis Ayam Goreng Kian Sengit |
|
|---|
| Bayar Rp185 Ribu, All You Can Eat di Hotel Aryaduta Makassar |
|
|---|
| Palekko, Nasu Likku, dan Burasa Andi Takdir Jadi Jajanan Favorit Warga Bone |
|
|---|
| Sate hingga Martabak, Semua Ada di Street Food Festival Novotel Makassar |
|
|---|
| Rumah Makan Raja Tuna dan Cafe Kohibara Resmi Dibuka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-14-januari-mjf-roti.jpg)