Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Kuliner

Palekko, Nasu Likku, dan Burasa Andi Takdir Jadi Jajanan Favorit Warga Bone

Kuliner khas Bugis seperti Palekko, Nasu Likku, dan Burasa ludes terjual tiap CFD. Andi Takdir raup omzet hingga Rp6 juta.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/wahdaniar
TRIBUN UMKM - Potret jualan Andi Takdir di CFD Stadion Lapatau (21/9/2025). Palekko, Nasu Likku, dan Burasa jadi primadona warga Bone.   

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Palekko, Nasu Likku, dan Burasa kini menjadi jajanan tradisional paling dicari warga Bone.

Tiga kuliner khas Bugis ini dijajakan Andi Takdir, pedagang yang menekuni usaha kuliner tradisional lebih dari tiga tahun.

Palekko merupakan olahan daging bebek atau ayam dengan bumbu pedas khas Bugis.

Nasu Likku adalah ayam kampung dimasak dengan lengkuas tumbuk, menghasilkan aroma harum dan rasa gurih.

Burasa, sejenis lontong berbahan santan, bertekstur lembut dan gurih, biasanya menjadi pelengkap Palekko atau Nasu Likku.

Andi Takdir mengaku omzet berjualan di CFD bisa menembus Rp6 juta.

Satu paket Palekko lengkap dengan Burasa dijual Rp25 ribu.

Setiap Minggu, Andi Takdir rutin berjualan di Car Free Day (CFD) Stadion Lapatau Bone.

Ia mengolah hingga 40 liter beras, menghasilkan sekitar 250 porsi, dan semuanya ludes terjual.

Pada hari biasa, ia menyiapkan 80 hingga 100 porsi.

“Harapannya semoga kuliner khas Bugis bisa ada disetiap saat. Agar wisatawan yang berkunjung ke Bone tidak perlu repot lagi cari makanan khasnya,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Minggu (21/9/2025).

Selain di CFD Stadion Lapatau, Andi Takdir membuka lapak tetap di samping Bank Danamon, Jalan Agus Salim, mulai pukul 06.00 hingga 11.00 Wita.

"Bisa juga untuk pesan online kalau mau di nomor WhatsApp 085255832796," sambungnya.

Sejumlah pembeli mengaku puas dengan cita rasa masakan tradisional Andi Takdir.

“Rasanya enak sekali, bumbunya terasa khas. Saya selalu cari Palekko dan Burasa ini kalau ke Bone,” ujar Rahma (25), pembeli asal Makassar.

Ia menyebut harga yang ditawarkan ramah di kantong.

“Harga paketnya pas di kantong, porsinya juga mengenyangkan. Senang sekali bisa menikmati kuliner khas Bugis ini,” katanya.

Menurutnya, kehadiran kuliner tradisional ini bukan hanya pelepas rindu bagi pencinta makanan khas Bugis, tetapi juga ikut melestarikan kuliner lokal di tengah maraknya makanan modern. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved