Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kakao dari Lembang Bau Tana Toraja Mulai Terkenal, Petani Harap Perbaikan Jalan

Saat ini, harga kakao premium di tingkat petani berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram.

Tayang:
Tribun-timur.com/Anastasya Saidong Ridwan
PETANI KAKAO - Alexander Palullungan (45), pengepul kakao memperhatikan proses penimbangan kakao, Rabu (13/5/2026). Alex mengatakan kakao yang ia beli dari petani Lembang (Desa) Bau, Kecamatan Bittuang, Tana Toraja, bisa mencapai 2,5 Ton dalam seminggu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKALE - Di balik tenangnya perkampungan Lembang (Desa) Bau, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel, ada sentra kakao premium yang mulai dikenal hingga pasar luar daerah.

Wilayah yang berjarak sekitar 46 kilometer dari Kota Makale itu mayoritas dihuni petani kakao.

Sekitar 90 persen masyarakat menggantungkan hidup dari hasil perkebunan coklat.

Salah satu pengepul kakao di daerah tersebut, Alexander Palullungan, mengaku telah menjalankan usaha pengepulan kakao sejak 2010.

Di lapak miliknya, para petani tampak silih berganti datang membawa hasil panen untuk ditimbang sebelum dijual.

“Hari ini hasil kakao di Lembang Bau cukup melimpah. Dalam setahun, puluhan hingga ratusan ton kakao berkualitas bisa keluar dari wilayah ini,” ujarnya sambil memperlihatkan biji kakao premium hasil pembelian dari petani, Rabu (13/5/2026).

Menurut Alex, salah satu keunggulan kakao asal Lembang Bau terletak pada proses budidayanya yang minim penggunaan bahan kimia.

“Sebagian besar petani di sini menanam kakao tanpa banyak menggunakan bahan kimia. Itu menjadi nilai tambah kakao dari Lembang Bau,” katanya.

Ia menjelaskan, kualitas kakao tidak hanya ditentukan petani, tetapi juga standar yang diterapkan para pengepul dalam proses pembelian.

“Petani biasanya mengikuti standar kualitas yang ditetapkan pedagang,” jelasnya.

Saat ini, harga kakao premium di tingkat petani berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram.

Sementara harga kakao di pasar global mencapai sekitar Rp80 ribu per kilogram dan harga lokal berkisar Rp70 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram.

“Kami membeli kakao premium dari petani seharga Rp70 ribu per kilogram. Harapannya, Lembang Bau bisa menjadi daerah dengan kualitas dan harga kakao terbaik di Tana Toraja,” lanjutnya.

Setelah dikumpulkan, kakao tersebut dikirim ke Makassar melalui sistem broker menuju Gudang 99.

Dalam sepekan, Alex mengaku mampu mengumpulkan lebih dari dua ton kakao, atau sekitar 100 ton lebih dalam setahun.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved