Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jembatan Sura Tana Toraja Mangkrak, Warga Lewat Tangga Bambu

Akibatnya, jembatan yang sudah berdiri kokoh tersebut kini hanya menjadi pajangan karena belum bisa

Tayang:
Tribun-timur.com/Anastasya Saidong Ridwan
PROYEK MANGKRAK - Seorang wanita berdiri di samping pagar beton berwarna kuning, di atas Jembatan Sura di Lembang Kambisa, Kecamatan Sangalla Selatan, Tana Toraja, Sulsel, Selasa (12/5/2026). Saat ini proyek pembangunan jembatan belum selesai sepenuhnya, walaupun telah dianggarkan dalam dana Perubahan 2025 lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKALE - Proyek pembangunan Jembatan Sura di Lembang (Desa) Kambisa, Kecamatan Sangalla Selatan, Tana Toraja, Sulsel, hingga kini belum dapat difungsikan meski struktur utamanya hampir rampung.

Ironisnya, proyek yang menjadi salah satu aspirasi reses anggota DPRD Tana Toraja, Randan Sampe Toding dari Fraksi Golkar itu dipastikan belum mendapat kelanjutan anggaran pada tahun 2026.

Akibatnya, jembatan yang sudah berdiri kokoh tersebut kini hanya menjadi pajangan karena belum bisa difungsikan akibat akses jalan penghubung menuju badan jembatan belum tersambung.

Saat dikonfirmasi, Randan Sampe Toding mengakui pembangunan jembatan belum selesai sepenuhnya.

“Jembatannya sudah selesai, tapi jalannya belum, jadi mesti berkelanjutan terus sampai rampung akses tersebut,” ujarnya.

Ia juga memastikan tahun ini belum ada lagi anggaran lanjutan untuk pengerjaan proyek tersebut.

“Belum, apalagi tahun ini tidak ada lanjutan anggarannya,” tambahnya.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Proyek Jembatan Sura, Marselinus Pagiri, belum memberikan keterangan terkait kelanjutan proyek tersebut. 

Panggilan telepon dan pesan konfirmasi dari Tribun Toraja belum mendapat respons.

Sebelumnya, proyek pembangunan Jembatan Sura dikerjakan secara bertahap. 

Pada tahun 2024, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk tahap awal pekerjaan.

Kemudian pada tahun 2025 kembali dianggarkan melalui dana perubahan sebesar Rp150 juta. 

Namun setelah dilakukan peninjauan oleh konsultan, anggaran tersebut dinilai tidak mencukupi sehingga kembali ditambah Rp50 juta menjadi total Rp200 juta.

Meski demikian, pembangunan jembatan belum juga dapat difungsikan.

Salah seorang warga setempat mengaku masyarakat sempat menggunakan jembatan tersebut untuk menyebrangkan jenazah meski kondisi pembangunan masih setengah jadi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved