Dinilai Tak Transparan, Pengerjaan Ruas Jalan Galesong Disorot DPRD Sulsel
Penilaian tersebut berdasarkan hasil kunjungan pemantauan Banggar DPRD Sulsel beberapa waktu lalu.
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Badan Anggaran DPRD Sulsel, Mizar Roem, menyoroti pengerjaan ruas jalan Galesong yang dinilainya tidak transparan kepada masyarakat.
Penilaian tersebut berdasarkan hasil kunjungan pemantauan Banggar DPRD Sulsel beberapa waktu lalu.
Dari kunjungan itu, ditemukan bahwa pengerjaan ruas jalan tidak disertai papan informasi proyek maupun rambu-rambu lalu lintas bagi pengendara.
"Ini kan lagi arus mudik. Harusnya ada papan informasi atau papan bicara yang menjelaskan proyek ini tahun berapa dan ruas mana saja yang dikerjakan. Masyarakat harus diberi tahu detail proyek," jelasnya kepada Tribun-Timur.com, Senin (23/3/2026).
Menurutnya, papan informasi sangat penting untuk memberikan pemahaman terkait detail serta tahapan pengerjaan proyek kepada masyarakat.
Dengan informasi yang jelas, potensi kesimpangsiuran dapat dihindari, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi pengerjaan proyek secara langsung.
"Kalau yang dikerja perbaikan berat dulu, sampaikan. Kalau yang dikerja drainase dulu, juga sampaikan. Ini harus dijelaskan agar informasi di masyarakat tidak liar. Kalau tidak, masyarakat jadi bingung kapan semuanya akan selesai," ujarnya.
Mizar juga mendesak perangkat dinas dan pelaksana proyek untuk aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik secara lisan maupun tertulis.
Apalagi, kata dia, sosialisasi kini semakin mudah dilakukan dengan memanfaatkan media sosial.
"Lakukan sosialisasi ke masyarakat, misalnya bulan ini dikerjakan ruas ini dulu, tahapannya seperti apa. Itu harus disampaikan," tuturnya.
Ia menambahkan, pertanyaan masyarakat dapat dijawab melalui konten atau unggahan di media sosial tanpa harus menunggu forum resmi.
"Supaya masyarakat tidak simpang siur. Semua ingin serba cepat, padahal tidak bisa instan. Ada faktor seperti cuaca dan lainnya. Karena itu, sosialisasi ini penting," jelasnya.
Kepala Dinas Bina Marga Sulsel Andi Ihsan tidak menjawab wawancara yang dikirimkan Tribun-Timur. Pesan dan panggilan yang dilayangkan tidak ditanggapi hingga berita ini ditulis.
Sebelumnya pada pertengahan 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merilis pengerjaan Jalan Galesong - Bontoramba masuk dalam Penanganan Persevasi Jalan Paket 2 senilai Rp292,4 miliar.
Ada sejumlah jalan lain yang masuk pengerjaan paket dua, di antaranya Palangga-Salekoa-Bts Takalar-Gowa, Tanakaraeng-Sapaya-Bts. Jeneponto-Takalar, Bts. Jeneponto-Rumbia-Jeneponto-Jeneponto, Bts. Gowa-Barombong-Bts. Takalar-Makassar, dan Sapaya-Malino-Gowa, Palleko-Towata-Takalar.
Ada juga Panciro-Bts. Kota Makassarsi-Gowa, Bts. Kota Makassar-Bontoramba-Takalar, dan Bts. Gowa-Tanakaraeng-Takalar.
Pengerjaannya dimulai tahun ini hingga 2027 mendatang (multiyears).
"Diusahakan secepatnya bisa dikerja untuk perbaikan jalannya," kata Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Andi Ihsan, Sabtu (13/12/2025).
| Ketua DPRD Sulsel Harap Pemerintah Bergerak Cepat Bebaskan WNI Disandera Pasukan Israel |
|
|---|
| Dinsos PMD Takalar Diserbu Warga Urus Reaktivasi PBI BPJS, Kadis Turun Tangan Verifikasi Berkas |
|
|---|
| Bansuhari Said Salurkan Tambahan Kartu KKS PKH di Pattallassang |
|
|---|
| Kronologi Penyekap Mahasiswi Nunukan di Makassar Ditembak Polisi, Pernah Curi Motor di Takalar |
|
|---|
| Plt Camat Polsel Blusukan ke Dua Kelurahan, Kawal Pelayanan Bebas Pungli dan Progres PBB-P2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250914-Mizar-Roem.jpg)