Kiprah BKPRMI Bantu Korban Banjir dan Longsor di Sumatera-Aceh
Pada peristiwa tsunami Aceh, gempa Lombok, Palu, hingga Yogyakarta, BKPRMI selalu turun langsung, bahkan dalam beberapa kasus berada di lokasi...
Penulis: Makmur | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Akses ke sejumlah lokasi terputus hingga hampir tiga pekan, baik jalan maupun jaringan komunikasi.
Bantuan hanya dapat menjangkau wilayah terdampak melalui relawan yang berjalan kaki, dibantu pengamanan TNI dan Polri. Meski menghadapi keterbatasan, donasi terus mengalir.
Dukungan datang dari ustaz dan ustazah, guru mengaji, santri, santriwati, serta pengurus BKPRMI di berbagai daerah.
Di Sulawesi Selatan, misalnya, donasi dikumpulkan secara manual, termasuk beras dari masyarakat yang hingga kini telah mencapai puluhan ton.
Semangat gotong royong pemuda dan remaja masjid menjadi kekuatan utama.
Meski dengan keterbatasan, rasa kemanusiaan mendorong BKPRMI untuk hadir dan membantu langsung saudara-saudara yang terdampak bencana.
Berapa total bantuan yang dikirim BKPRMI Sulsel ke tiga daerah terdampak bencana?
Asri Said: Setelah mendapat arahan dari Ketua Umum DPP BKPRMI, kami langsung menggerakkan penggalangan donasi hingga ke tingkat kabupaten, kecamatan, desa, remaja masjid, serta TPA binaan.
Donasi berasal dari berbagai elemen, termasuk remaja masjid dan santri, yang menyumbang dari nominal kecil seperti Rp1.000 hingga Rp2.000, namun terkumpul dalam jumlah besar.
Hingga saat ini, BKPRMI Sulawesi Selatan telah menghimpun dana Rp178 juta untuk tahap pertama. Dari jumlah tersebut, Rp94 juta telah disalurkan langsung ke wilayah terdampak.
Selanjutnya, BKPRMI Sulsel bersama DPP BKPRMI berencana turun langsung ke lokasi pascabencana usai pelantikan untuk memastikan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Nanang Mubarok: Tahap pertama bantuan difokuskan pada tanggap darurat, meliputi pemenuhan kebutuhan dasar pribadi, keluarga, dan ibadah.
Bantuan yang disalurkan antara lain sembako seperti beras, minyak, gula, dan mi instan, serta dukungan kebutuhan kesehatan. BKPRMI memprioritaskan pemulihan sarana ibadah.
Sejumlah masjid dan musala terdampak lumpur dan tidak dapat digunakan, termasuk sebuah masjid di Kabupaten Agam yang sempat tiga pekan tidak menggelar salat Jumat.
Untuk itu, BKPRMI membuka posko di masjid tersebut dan menyalurkan bantuan berupa karpet, mimbar, dan perangkat sound system, dengan dukungan relawan serta TNI-Polri, agar aktivitas ibadah kembali berjalan.
| BKPRMI Kutuk Agresi Global, Serukan Pemuda Masjid Bergerak untuk Perdamaian Dunia |
|
|---|
| Wabup Gowa Buka Festival Ramadan BKPRMI 1447 H di Masjid Agung Syech Yusuf |
|
|---|
| Gerakan 1000 Kantong Darah BKPRMI Sulsel, Jawab Krisis Stok Darah |
|
|---|
| Menjadi Genius Membaca di Masjid |
|
|---|
| BKPRMI Sulsel Tegaskan Komitmen Cetak Dai Cyber di Silakwil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251229-BKPRMI-Sulsel-1.jpg)