Takalar One Click Pangkas Antrean Nelayan, Dinas Perikanan Hadirkan Pelayanan Serba Cepat
Dinas Perikanan Takalar hadirkan aplikasi Takalar One Click untuk permudah layanan BBM nelayan.
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Kiki Content Writer
Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Usaha Perikanan dan Penyelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan (PUPPTPI), Andi Zulhaeda, memaparkan sejumlah tugas strategis yang dijalankan bidangnya.
Ia mengatakan salah satu fokus utama adalah penyediaan fasilitas sarana dan prasarana bagi nelayan tangkap serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor perikanan.
"Tugas kami menyiapkan fasilitas sarana dan prasarana bagi nelayan tangkap serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui retribusi di Tempat Pelelangan Ikan. Saat ini kami mengelola tiga TPI yakni TPI Beba di Desa Tamasaju, TPI Soreang di Desa Tamalate dan TPI Lamangkia di Desa Topejawa," ujar Andi Zulhaeda.
Ia menjelaskan, pihaknya juga bertanggung jawab dalam penerbitan rekomendasi barcode Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi nelayan.
Menurut Andi Zulhaeda, pelayanan tersebut kini semakin mudah berkat penerapan aplikasi Takalar One Click.
"Nelayan tidak perlu lagi antre lama di kantor. Cukup mengunggah dokumen kapal, KTP pemilik dan Kartu Kusuka melalui aplikasi. Setelah diverifikasi, akan muncul notifikasi disetujui atau ditolak. Jika disetujui, pemohon hanya membawa dokumen fisik dan rekomendasi bisa langsung diambil. Ini memberikan kepastian layanan dan mempersingkat waktu pengurusan," jelasnya.
Ia menambahkan, sistem digital tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus efisiensi pelayanan kepada masyarakat nelayan.
"Jangan sampai nelayan sudah datang ke kantor ternyata masih ada berkas yang kurang lalu harus pulang dan kembali lagi. Dengan Takalar One Click, semua proses menjadi lebih pasti, cepat, dan efisien," tambah Andi Zulhaeda.
Saat ini Bidang PUPPTPI didukung oleh 20 personel yang terdiri dari enam ASN dan 14 tenaga non-ASN.
Para personel tersebut bertugas memberikan pelayanan administrasi sekaligus mendampingi nelayan dalam memanfaatkan layanan berbasis digital.
Di ruang pelayanan, salah seorang staf Bidang PUPPTPI, Sahriani, tampak melayani sekaligus memberikan edukasi penggunaan aplikasi Takalar One Click kepada seorang nelayan bernama Lukman Daeng Ngawing.
Sahriani menjelaskan tahapan pengajuan dokumen melalui aplikasi agar nelayan dapat memahami proses pelayanan yang tersedia.
Edukasi tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya percepatan transformasi pelayanan publik berbasis digital di sektor perikanan.
Sementara itu, Lukman Daeng Ngawing yang sehari-hari mengoperasikan kapal fiber untuk melaut mengaku terbantu dengan sistem pelayanan yang diterapkan Dinas Perikanan Takalar.
"Menurut saya aplikasi ini sangat membantu karena kami tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor hanya untuk mengecek berkas. Kalau ada kekurangan bisa langsung diketahui melalui aplikasi sehingga lebih mudah dan menghemat waktu," kata Lukman.
| Himpunan Nelayan Sebut Kondisi TPI Paotere Kini Darurat |
|
|---|
| Bupati Takalar Daeng Manye Gerak Cepat Bantu Nelayan Patorani Urus Izin Tangkap di Luar Sulawesi |
|
|---|
| Bupati Takalar Sidak Parkiran Jelang Launching Takalar One Klik: Jangan Sampai Terlihat Semrawut |
|
|---|
| Prabowo Janji Nelayan Tak Lagi Sulit Dapat Es Batu dan Solar dalam 3 Tahun |
|
|---|
| Sulitnya Menangkap Ikan di Bone, Nelayan harus Berlayar hingga Perairan Selayar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Hari-Pertama-Kerja-Dinas-Perikanan-Takalar.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/edukasi-penggunaan-aplikasi-takalar-one-klik.jpg)