Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Takalar One Click Pangkas Antrean Nelayan, Dinas Perikanan Hadirkan Pelayanan Serba Cepat

Dinas Perikanan Takalar hadirkan aplikasi Takalar One Click untuk permudah layanan BBM nelayan.

Tayang:
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Kiki Content Writer
Takalar One Click Pangkas Antrean Nelayan, Dinas Perikanan Hadirkan Pelayanan Serba Cepat - Hari-Pertama-Kerja-Dinas-Perikanan-Takalar.jpg
abdul qayyum/tribun-timur.com
HARI PERTAMA KERJA - Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Takalar, Nasruddin A, didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Misba dan Kepala Bidang Pengelolaan Usaha Perikanan dan Penyelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan (PUPPTPI) Andi Zulhaeda saat ditemui di ruang kerja Dinas Perikanan Takalar, Selasa (2/6/2026). Mereka menjelaskan program pengembangan sektor perikanan serta inovasi pelayanan digital bagi nelayan melalui aplikasi Takalar One Click.
Takalar One Click Pangkas Antrean Nelayan, Dinas Perikanan Hadirkan Pelayanan Serba Cepat - edukasi-penggunaan-aplikasi-takalar-one-klik.jpg
abdul qayyum/tribun-timur.com
TAKALAR ONE CLICK - Staf Bidang PUPPTPI Dinas Perikanan Kabupaten Takalar Sahriani memberikan pelayanan dan edukasi penggunaan aplikasi Takalar One Click kepada nelayan di ruang pelayanan kantor Dinas Perikanan Takalar, Selasa (2/6/2026). Aplikasi tersebut memudahkan pengurusan rekomendasi barcode BBM dan berbagai layanan administrasi perikanan secara lebih cepat, mudah, dan efisien.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Usaha Perikanan dan Penyelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan (PUPPTPI), Andi Zulhaeda, memaparkan sejumlah tugas strategis yang dijalankan bidangnya.

Ia mengatakan salah satu fokus utama adalah penyediaan fasilitas sarana dan prasarana bagi nelayan tangkap serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor perikanan.

"Tugas kami menyiapkan fasilitas sarana dan prasarana bagi nelayan tangkap serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui retribusi di Tempat Pelelangan Ikan. Saat ini kami mengelola tiga TPI yakni TPI Beba di Desa Tamasaju, TPI Soreang di Desa Tamalate dan TPI Lamangkia di Desa Topejawa," ujar Andi Zulhaeda.

Ia menjelaskan, pihaknya juga bertanggung jawab dalam penerbitan rekomendasi barcode Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi nelayan.

Menurut Andi Zulhaeda, pelayanan tersebut kini semakin mudah berkat penerapan aplikasi Takalar One Click.

"Nelayan tidak perlu lagi antre lama di kantor. Cukup mengunggah dokumen kapal, KTP pemilik dan Kartu Kusuka melalui aplikasi. Setelah diverifikasi, akan muncul notifikasi disetujui atau ditolak. Jika disetujui, pemohon hanya membawa dokumen fisik dan rekomendasi bisa langsung diambil. Ini memberikan kepastian layanan dan mempersingkat waktu pengurusan," jelasnya.

Ia menambahkan, sistem digital tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus efisiensi pelayanan kepada masyarakat nelayan.

"Jangan sampai nelayan sudah datang ke kantor ternyata masih ada berkas yang kurang lalu harus pulang dan kembali lagi. Dengan Takalar One Click, semua proses menjadi lebih pasti, cepat, dan efisien," tambah Andi Zulhaeda.

Saat ini Bidang PUPPTPI didukung oleh 20 personel yang terdiri dari enam ASN dan 14 tenaga non-ASN.

Para personel tersebut bertugas memberikan pelayanan administrasi sekaligus mendampingi nelayan dalam memanfaatkan layanan berbasis digital.

Di ruang pelayanan, salah seorang staf Bidang PUPPTPI, Sahriani, tampak melayani sekaligus memberikan edukasi penggunaan aplikasi Takalar One Click kepada seorang nelayan bernama Lukman Daeng Ngawing.

Sahriani menjelaskan tahapan pengajuan dokumen melalui aplikasi agar nelayan dapat memahami proses pelayanan yang tersedia.

Edukasi tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya percepatan transformasi pelayanan publik berbasis digital di sektor perikanan.

Sementara itu, Lukman Daeng Ngawing yang sehari-hari mengoperasikan kapal fiber untuk melaut mengaku terbantu dengan sistem pelayanan yang diterapkan Dinas Perikanan Takalar.

"Menurut saya aplikasi ini sangat membantu karena kami tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor hanya untuk mengecek berkas. Kalau ada kekurangan bisa langsung diketahui melalui aplikasi sehingga lebih mudah dan menghemat waktu," kata Lukman.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved