Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemkab Takalar

Takalar Target 110 Pemuda Magang ke Jepang, Bisa Ditambah Jadi 220

Pemkab Takalar, Sulsel kembali membuka program magang ke Jepang. Targetnya 110 peserta, satu desa dan kelurahan satu orang.

Tayang:
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Abdul Qayyum
MAGANG JEPANG - Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Takalar Zubair bersama perwakilan PT SHIN Indonesia dan sejumlah peserta pendaftar program magang kerja ke Jepang saat ditemui di Kantor Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Takalar, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Rabu (4/3/2026). 

Meski demikian, PT SHIN Indonesia siap menampung lebih banyak peserta jika peminat meningkat.

“Kalau peminatnya banyak, kami bisa menampung sampai 220 orang,” katanya.

Program ini juga terbuka bagi tenaga kesehatan yang belum terakomodir, baik P3K paruh waktu maupun penuh waktu, untuk diberangkatkan bekerja di rumah sakit di Jepang.

Adapun syarat umum pendaftaran yakni usia minimal 18 tahun dan maksimal 30 tahun, serta memiliki tinggi dan berat badan proporsional.

Seleksi direncanakan satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri, menyesuaikan kondisi Ramadan.

“Kami fleksibel untuk pendaftaran dan tesnya nanti karena ini bulan puasa,” ujarnya.

Tahapan seleksi meliputi tes akademik tertulis 20 hingga 30 soal dengan durasi dua hingga tiga menit untuk menguji kecepatan dan ketepatan.

Peserta juga wajib mengikuti tes buta warna dan wawancara untuk menggali kepribadian serta motivasi bekerja di Jepang.

Setelah kuota terpenuhi dan lolos seleksi awal, peserta menjalani Medical Check-Up (MCU) menyeluruh untuk mendeteksi penyakit menular seperti TBC dan Hepatitis.

Peserta yang lolos MCU mengikuti masa orientasi tiga hari sebelum memasuki pendidikan intensif selama empat bulan atau 480 jam pelajaran.

Kegiatan dimulai pukul 04.30 Wita dengan rangkaian salat Subuh, pembersihan lingkungan, olahraga, makan, hingga pembelajaran sampai sore hari.

Selama pendidikan, peserta dipantau ketat dengan sistem kompetisi. Mereka yang memiliki kemampuan bahasa baik, disiplin tinggi, dan tanpa pelanggaran diprioritaskan mengikuti wawancara langsung dengan perusahaan dari Jepang.

Salah satu pendaftar, Muhammad Taufik, warga Kelurahan Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, mengaku mengikuti program tersebut atas dorongan orang tuanya.

“Saya mendaftar karena disuruh ayah,” singkatnya.

Program ini diharapkan menjadi peluang bagi generasi muda Takalar untuk meningkatkan keterampilan, pengalaman kerja internasional, dan kesejahteraan keluarga. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved