Ramadan
Gratis Masuk, Wisata Paria Lau Jadi Favorit Warga Takalar Ngabuburit
Pematang empang di Paria Lau Takalar dimanfaatkan pengunjung untuk duduk santai sembari menikmati pemandangan Sunset.
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Destinasi wisata Paria Lau yang terletak di Kelurahan Paria Lau, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, ramai dikunjungi warga, Selasa (23/02/2026).
Kawasan wisata yang berada tak jauh dari pusat Kota Takalar ini menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk bersantai, khususnya menjelang waktu berbuka puasa.
Akses menuju Paria Lau terbilang strategis dan mudah dijangkau. Perjalanan dimulai dari depan Kantor Bupati Takalar di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang.
Dari titik tersebut, pengendara akan melintasi Taman Kita dan pertigaan Taman Kota yang berdiri Patung Pahlawan Nasional Ranggong Daeng Romo, salah satu ikon sejarah daerah.
Perjalanan kemudian melewati Kantor Dandenpom XIV/1 Takalar di sisi kanan jalan dan SMAN 1 Takalar di sisi kiri, sebelum memasuki wilayah Kecamatan Mappakasunggu.
Baca juga: Daftar Tempat Penukaran Uang Baru di Sulsel: Makassar, Gowa, dan Takalar
Sekitar enam kilometer dari pusat kota, pengunjung melintasi Kantor Kecamatan Mappakasunggu dan Kantor Kelurahan Takalar. Satu kilometer berikutnya tampak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Polres Takalar, sebelum akhirnya tiba di lokasi wisata Paria Lau.
Di pintu masuk, pengunjung disambut gerbang Paria Lau setinggi sekitar tujuh meter dan lebar delapan meter. Gerbang tersebut didominasi warna merah dan hitam dengan tulisan “Selamat Datang di Kawasan Wisata Paria Lau”.
Hamparan empang yang hijau menjadi daya tarik tersendiri. Pematang empang dimanfaatkan pengunjung untuk duduk santai sembari menikmati pemandangan Sunset (matahari terbenam)
Di kawasan ini juga terdapat Cafe Soulmate yang menyediakan puluhan meja dan kursi di atas hamparan rumput hijau. Sejumlah pengunjung terlihat menikmati suasana Sunset sambil bercengkerama.
Tak hanya itu, sebagian warga juga memanfaatkan empang untuk memancing di pinggirannya.
Namun demikian, di jalan poros utama yang membelah Sungai Pappa dan kawasan empang pinggir Pantai Paria Lau, masih terlihat beberapa remaja mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm.
Kepala Lingkungan Paria Lau, Ramli Daeng Mappa, mengatakan seluruh spot wisata yang ada di kawasan tersebut merupakan milik warga setempat yang disediakan untuk menikmati Sunset (Matahari Terbenam)
“Semua spot yang ada di sini itu milik warga. Dari pengunjung yang datang , kami selaku pemerintah setempat tidak membebani retribusi maupun parkir. Masuk setiap hari bebas, tidak ada pembayaran karcis parkir,” ujarnya.
Ia berharap ke depan kawasan wisata Paria Lau dapat berkembang lebih baik dengan dukungan berbagai pihak.
“Lapak dan pengusaha di sini semakin hari semakin bertambah. Semoga Bupati Takalar Daeng Manye bisa membawa investor masuk ke Kabupaten Takalar, khususnya di Paria Lau, agar pariwisata ini semakin berkembang,” harapnya.
| Rahasia Keutamaan Sholat Tarawih Malam ke-26 Ramadhan yang Jarang Diketahui |
|
|---|
| Safari Ramadan di Galesong, Hengky Yasin Serahkan Bantuan untuk Warga dan Masjid Nurul Ilmih |
|
|---|
| Ramadan Synergy di Four Points by Sheraton Makassar, Berbagi dengan Anak Panti Asuhan |
|
|---|
| Masuk 10 Malam Terakhir Ramadhan, Ini Keistimewaan Sholat Tarawih Malam ke-23 |
|
|---|
| Ribuan Jamaah Ikuti Malam Pertama Itikaf di Masjid Raya Makassar, 2 Imam Asal Mesir Pimpin Tahajud |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260224-Paria-Lau-Takalar.jpg)