Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Daeng Manye Tekankan Pengelolaan Dana BOS untuk Dongkrak Mutu Pendidikan Takalar

Rapat yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 WITA itu harus diundur dan baru dimulai sekitar pukul 19.30 WITA

Tayang:
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Munawwarah Ahmad
TRIBUN TIMUR/Abdul Qayyum
DANA BOS - Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye memberikan arahan kepada kepala UPT SD dan SMP se-Kabupaten Takalar saat memimpin Rapat Koordinasi di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) malam. Dalam rapat tersebut, Daeng Manye menekankan pengelolaan Dana BOS secara tepat dan sesuai juknis, termasuk alokasi pemeliharaan sekolah, sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Takalar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus dilakukan secara tepat, transparan, dan sesuai petunjuk teknis sebagai upaya nyata meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Takalar.

Penegasan tersebut disampaikan Daeng Manye saat memimpin Rapat Koordinasi bersama Kepala UPT SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Takalar di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) malam.

Rapat yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 WITA itu harus diundur dan baru dimulai sekitar pukul 19.30 WITA setelah pelaksanaan salat Isya.

Meski berlangsung hingga malam hari, antusiasme peserta tetap tinggi. Sekitar 270 kepala sekolah SD dan SMP tampak memenuhi Ruang Pola Kantor Bupati Takalar.

Pantauan Tribun-Timur.com, Bupati Takalar hadir mengenakan baju koko putih dan peci hitam. Ia didampingi Kepala Dinas Pendidikan Takalar Rifany, Kabag Umum Amran Torada, Kabid Dikdas Mursalim, serta Kasi Kurikulum Aminuddin. Suasana rapat berlangsung serius dan penuh atensi.

Setibanya di lokasi, Daeng Manye langsung menginstruksikan staf Bagian Umum menambah kursi karena jumlah peserta melebihi kapasitas ruangan. Arahan tersebut dilakukan agar seluruh kepala sekolah dapat mengikuti rapat dengan nyaman.

Mengawali rapat, Daeng Manye melakukan absensi langsung kehadiran kepala sekolah dari setiap kecamatan. Dari hasil absensi tersebut, tercatat sebanyak 20 kepala sekolah SD dan enam kepala sekolah SMP tidak hadir, baik dengan alasan sakit maupun tanpa keterangan.

Menurut Daeng Manye, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penegasan tanggung jawab dan komitmen pimpinan sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Takalar.

Dalam arahannya, Bupati Takalar menekankan bahwa Dana BOS harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran dan perbaikan lingkungan sekolah.

“Gunakan kewenangan anggaran dengan baik. Dana BOS itu bukan hanya untuk administrasi, tapi untuk meningkatkan mutu pendidikan,” tegas Daeng Manye.

Ia secara khusus menyoroti alokasi Dana BOS sebesar 20 persen untuk pemeliharaan sekolah yang harus dimanfaatkan sesuai juknis.

“Gunakan BOS 20 persen untuk pemeliharaan. Buat sekolah bersih, indah, sehat, dan nyaman. Sekolah yang baik itu mempengaruhi semangat belajar anak-anak,” ujarnya.

Menurut Daeng Manye, pengelolaan Dana BOS yang tepat akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan citra sekolah di mata masyarakat.

“Sekolah yang terawat, rapi, dan nyaman akan membuat orang tua percaya. Itu bagian dari mutu pendidikan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memantau langsung perencanaan dan realisasi penggunaan anggaran pemeliharaan sekolah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved