Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemkab Takalar

3 Camat Tak Hadir, Bupati Takalar Hitung Satu per Satu di Rapat Jamsostek

Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye menyoroti rendahnya capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ).

Tayang:
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Sukmawati Ibrahim
abdul qayyum/tribun-timur.com
BUPATI TAKALAR - Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan ketidakpuasannya terhadap capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Takalar, saat Rapat Koordinasi Pembentukan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI) di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman No. 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/01/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan ketidakpuasannya terhadap capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) yang baru mencapai 25 persen. 
  • Dalam Rapat Koordinasi PERISAI, Kamis (15/1/2026), ia meminta camat dan kepala desa bertanggung jawab penuh dan memastikan evaluasi dilakukan secara berkala agar Takalar keluar dari zona merah.
 
 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Suasana Rapat Koordinasi Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI) di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman No. 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulsel, berlangsung tegas dan terbuka, Kamis (15/01/2026).

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, secara langsung mengecek kedisiplinan aparatur wilayah yang hadir dalam rapat tersebut.

Di hadapan peserta rapat, Bupati meminta seluruh camat mengangkat tangan.

“Para camat… mana camatnya? Lengkap tidak ini camatnya? Ada berapa? Coba angkat tangan camat,” ujar Daeng Manye.

Ia kemudian menghitung satu per satu camat yang hadir.

“1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Berarti tiga yang tidak hadir, ya,” ucap Daeng Manye.

Ia lalu menyebut kecamatan tidak hadir dan hanya diwakili.

Momen tersebut mencerminkan keseriusan Bupati dalam mengevaluasi kinerja aparatur.

Dalam sambutannya, Daeng Manye menegaskan ketidakpuasannya terhadap capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Takalar.

“Masih 25 persen kurang lebih. Itu mungkin masih merah itu,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak ingin kondisi tersebut terus berlanjut.

“Saya tidak mau Takalar ini terus-terusan di zona merah,” tegas Daeng Manye.

Menurutnya, rendahnya capaian tersebut menunjukkan masih lemahnya sosialisasi di tingkat bawah.

Bupati mengungkapkan bahwa dari 110 desa dan kelurahan, masih banyak yang kepesertaannya nol persen.

“Masih nol persen kepesertaan masyarakatnya,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved