Catatan Bola
Gol-gol Berujung Maut
Seorang seniman bola asal Wales mengumumkan pensiun dan mengakhiri karier profesionalnya sebagai pemain bola. Dia adalah Aaron James Ramsey.
Oleh: Willy Kumurur
Penikmat Bola
TRIBUN-TIMUR.COM - Apakah Kematian dapat dihindari? Segera setelah kelahirannya, ujar filsuf Martin Heidegger, manusia sudah cukup tua untuk mengalami kematian; eksistensi manusia merupakan keberadaan menuju mati.
Kematian datang tanpa kejelasan waktu, menerobos dengan kejam dan selalu menggagalkan manusia dalam upayanya mengokohkan kehidupan, kata filsuf Perancis, Jean Paul Sartre.
Kehidupan berubah menjadi kepingan-kepingan tiada makna.
Seorang seniman bola asal Wales mengumumkan pensiun dan mengakhiri karier profesionalnya sebagai pemain bola.
Dia adalah Aaron James Ramsey.
Siapakah Ramsey? Dalam kariernya, Ramsey membela klub-klub besar: Arsenal, Juventus dan Nice.
Ia memang tidak setenar Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Namun pada zamannya, ia digambarkan sebagai sosok yang menjadi pewarta kematian para pesohor dunia.
Fans Arsenal-lah yang menghubungkan kematian mereka dengan Aaron Ramsey.
Jangan tanya mengapa, namun waktu telah berlalu, seseorang yang lain berpindah dari jauh, adalah bait terakhir dari lagu mashyur The Bee Gees di tahun 70-an: First of May.
Tanggal 1 May 2011, adalah saat ketika Arsenal menaklukkan Manchester United di Emirates Stadium, berkat gol semata-wayang Ramsey.
Keesokan harinya, Osama bin Laden tewas diterjang peluru pasukan khusus AS di tempat persembunyiannya di Pakistan.
Di tahun yang sama, 2 Oktober, di stadion White Hart Lane, markas Tottenham Hotspur, Arsenal dihajar 1-2 oleh Spurs.
Satu-satunya gol balasan Arsenal lahir dari Ramsey.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Willy-Kumurur-1-7112023.jpg)