Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Piala Dunia 2026

Italia Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Suporter Sinjai Kenang era Baggio hingga Juara 2006

Kepastian pahit itu datang usai Italia kalah dalam drama adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina pada babak play-off.

Tayang:
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PIALA DUNIA - Fans Timnas Italia asal Kabupaten Sinjai, Malik Zain. Ia mengaku sangat terpukul Italia tidak lolos Piala Dunia 2026. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI — Kekecewaan mendalam dirasakan para pendukung Timnas Italia setelah tim kesayangan mereka kembali gagal lolos ke ajang Piala Dunia 2026.

Kepastian pahit itu datang usai Italia kalah dalam drama adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina pada babak play-off.

Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk Italia yang kini sudah tiga kali berturut-turut absen di Piala Dunia.

Sebagai negara dengan empat gelar juara dunia, kegagalan ini menjadi pukulan telak sekaligus aib dalam sejarah sepak bola Italia.

Salah satu penggemar asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Malik Zain, mengaku sangat terpukul dengan hasil tersebut.

“Saya sangat patah hati berkeping-keping,” kata Malik kepada Tribun-Timur, Rabu (1/4/2026).

Malik menyebut sudah 12 tahun tidak melihat Italia berlaga di panggung Piala Dunia, sebuah penantian panjang yang penuh kekecewaan.

“Sudah belasan tahun Italia tidak pernah berlaga di panggung Piala Dunia,” ujarnya.

Menurut Malik, kecintaannya terhadap Italia bermula sejak Piala Dunia 1994, saat sosok Roberto Baggio menjadi idola dan membawa Italia hingga partai final meski akhirnya kalah dari Brasil.

Ia juga mengenang masa kejayaan Italia di era Piala Dunia 1998 dan 2002, hingga puncaknya saat Italia menjadi juara dunia pada Piala Dunia 2006 dengan skuad bertabur bintang di semua lini.

Namun, kondisi saat ini dinilai Malik jauh berbeda.

Meski sebagian besar skuad merupakan pemain yang pernah menjuarai UEFA Euro 2020, performa Italia dinilai belum konsisten dan gagal menunjukkan mental juara di laga-laga krusial.

“Sudah saatnya dilakukan pembenahan besar dalam sistem sepak bola Italia,” ujarnya.

Ia mendorong adanya revolusi dengan memberi ruang lebih besar bagi pemain muda lokal untuk berkembang.

“Manajemen harus memberi ruang lebih besar bagi pemain muda lokal untuk berkembang,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved