Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

PSM Makassar Dilema Putuskan Nasib Tomas Trucha

Tomas Trucha tak lagi mendampingi PSM Makassar di bench pemain saat menghadapi Malut United pada pekan 25 Super League.

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Alfian
Official PSM Makassar
PELATIH KEPALA - Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha saat konferensi jelang pertandingan melawan Persebaya Surabaya pada pekan 23 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/2/2026). Manajemen PSM Makassar dilema putuskan masa depan Tomas Trucha di kursi pelatih kepala. 

Hasil dari empat kemenangan, dua seri dan sembilan kekalahan.

Tak hanya itu, Tomas Trucha mencatatkan sejarah buruk bagi klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak era Liga 1 2017.

PSM Makassar alami lima kekalahan beruntun yang tak pernah dirasakan sebelumnya.

Ditambah lagi, tim penyandang semangat Ewako ini tak pernah menang di enam partai kandang.

Puncak ketidakpuasan kinerja Tomas Trucha terjadi ketika PSM Makassar kena comeback 2-4 dari Persita Tangerang di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulsel, Senin (2/3/2026) malam.

Tomas Trucha dirumorkan semakin mendekati pintu keluar PSM Makassar jelang lawan Malut United.

Di sesi konferensi pers sehari sebelum pertandingan, Jumat (6/3/2026), Tomas Trucha tak hadir. Justru, Ahmad Amiruddin yang hadir.

Tomas Trucha pun tak mendampingi skuad PSM Makassar dari pinggir lapangan di hari pertandingan menghadapi Malut United.

Penggawa Pasukan Ramang dipimpin oleh Ahmad Amiruddin yang dibantu oleh Direktur Teknik PSM Makassar Zulkifli Syukur.

Di pertandingan tersebut, PSM Makassar berhasil membawa pulang satu poin.

PSM Makassar menahan imbang 3-3 Malut United setelah sempat tertinggal dua gol.

Namun, paling penting di laga ini adalah semangat siri na pacce PSM Makassar kembali setelah hilang di tangan Tomas Trucha.

Ahmad Amiruddin menyebut, jajaran Manajemen PSM Makassar masih menyimpulkan solusi terbaik untuk nasib Tomas Trucha, apakah selesai atau masih tetap lanjut.

Apalagi, Manajemen PSM Makassar ingin pengambilan keputusan diambil secara kolektif, sehingga ada pertanggungjawaban bersama.

“Itu masih dirapatkan, karena info dari manajemen, dalam pengambilan keputusan tidak serta merta satu orang yang mengambil. Harus ada pertanggungjawaban bersama dalam mengambil keputusan,” tutur pelatih akrab disapa Amir ini. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved