Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

PSM Makassar Dilema Putuskan Nasib Tomas Trucha

Tomas Trucha tak lagi mendampingi PSM Makassar di bench pemain saat menghadapi Malut United pada pekan 25 Super League.

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Alfian
Official PSM Makassar
PELATIH KEPALA - Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha saat konferensi jelang pertandingan melawan Persebaya Surabaya pada pekan 23 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/2/2026). Manajemen PSM Makassar dilema putuskan masa depan Tomas Trucha di kursi pelatih kepala. 
Ringkasan Berita:
  • PSM Makassar terakhir kali didampingi Tomas Trucha di bench pemain saat menjamu Persita Tangerang pada pekan 24 Super League.
  • Kini baik latihan maupun pertandingan PSM Makassar mempercayakan Asisten Pelatih Ahmad Amiruddin dan Direktur Teknik Zulkifli Syukur sebagai peramu taktik.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Manajemen PSM Makassar dalam posisi dilema menentukan masa depan Tomas Trucha sebagai pelatih kepala PSM Makassar.

Pasalnya, kompetisi Super League 2025/2026 tak lama lagi berakhir. Musim ini tersisa sembilan pertandingan. 

Di lain sisi, jika ingin berhentikan Tomas Trucha tentu harus ada pesangon dibayarkan PSM Makassar

Tak berhenti di situ, PSM Makassar harus mencari juru taktik anyar dengan lisensi AFC Pro, UEFA Pro atau setara.

Tentu ini takkan mudah karena kompetisi sudah memasuki fase akhir. 

Kalau pun akhirnya mendatangkan pelatih baru, pemain harus menyesuaikan dengan filosofi, karakter dan gaya bermain ingin diterapkan.

Sementara waktu adaptasi sangat terbatas. Khawatirnya, performa PSM Makassar justru menurun.

Padahal, tim Juku Eja butuh kemenangan demi kemanangan agar menjauh dari zona degradasi.

Kini, tertahan di urutan13 dengan 24 poin. 

Selisih empat poin dengan Semen Padang sebagai penghuni teratas zona merah, peringkat 16. 

Makanya, pertimbangan matang perlu dilakukan Manajemen PSM Makassar sebelum memutuskan status Tomas Trucha

Pelatih asal Republik Ceko itu sudah tak mendampingi PSM Makassar sejak imbang 3-3 lawan Malut United pada pekan 25 di Stadion Kie Raha, Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu (7/3/2026). 

Baca juga: Persib dan Borneo FC Menunggu! PSM Makassar Anggap 9 Laga Sisa Super League Partai Final

PSM MAKASSAR - Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha. Statistik Tomas Trucha bersama klub sebelumnya.
PSM MAKASSAR - Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha. Statistik Tomas Trucha bersama klub sebelumnya. (Tribun-timur.com/Ist)

Usai laga tersebut, Yuran Fernandes dan kolega tetap menggelar latihan di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Namun, Tomas Trucha tak terlihat mendampingi.

Latihan dipimpin langsung asisten pelatih Ahmad Amiruddin dibantu oleh Zulkifli Syukur. 

Pengamat Sepak Bola Assegaf Razak mengatakan, Manajemen PSM Makassar harus punya prinsip.

Jika ingin akhiri kerjasama dengan Tomas Trucha, maka harus diselesaikan. 

Dengan catatan sudah punya pertimbangan matang dan sudah mengukur konsekuensi akan diterima.

“Harus punya prinsip, kalau mau berhnetikan, ya berhentikan,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Kamis (12/3/2026). 

Menurutnya, Ahmad Amiruddin dan Zulkifli Syukur layak diberi kepercayaan memimpin PSM Makassar selama tak melanggar regulasi yang ada.

Secara pengalaman, keduanya tak diragukan lagi. 

Ahmad Amiruddin telah mendampingi beberapa pelatih ketika di Borneo Samarinda FC dan PSM Makassar

Sedangkan, Zulkifli Syukur telah melatih klub Liga 2 dan asisten pelatih Timnas U-23 Indonesia. 

“Kini tergantung dari manajemen. Kalau dipercayakan sebagai carateker berdua (Ahmad Amiruddin dan Zulkifli Syukur), tak ada masalah. Siapa tahu di tangan mereka, performa tim naik,” tutur mantan pelatih PSM Makassar ini. 

Tomas Trucha Masih Pelatih

Asisten Pelatih PSM Makassar Ahmad Amiruddin mengungkapkan, Tomas Trucha masih menjadi bagian dari skuad Juku Eja saat ini.

“Statusnya masih dalam struktur kepelatihan PSM Makassar,” ungkapnya saat konferensi pers pasca pertandingan PSM Makassar kontra Malut United di Stadion Kie Raha, Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu (7/3/2026) malam.

Tomas Trucha santer dikabarkan terdepak dari kursi kepelatihan PSM Makassar beberapa hari terakhir.

Penyebabnya, juru taktik berpaspor Republik Ceko itu meraih hasil buruk bersama PSM Makassar.

Di tangannya, PSM Makassar hanya mengoleksi 14 poin dari 15 pertandingan.

Hasil dari empat kemenangan, dua seri dan sembilan kekalahan.

Tak hanya itu, Tomas Trucha mencatatkan sejarah buruk bagi klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak era Liga 1 2017.

PSM Makassar alami lima kekalahan beruntun yang tak pernah dirasakan sebelumnya.

Ditambah lagi, tim penyandang semangat Ewako ini tak pernah menang di enam partai kandang.

Puncak ketidakpuasan kinerja Tomas Trucha terjadi ketika PSM Makassar kena comeback 2-4 dari Persita Tangerang di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulsel, Senin (2/3/2026) malam.

Tomas Trucha dirumorkan semakin mendekati pintu keluar PSM Makassar jelang lawan Malut United.

Di sesi konferensi pers sehari sebelum pertandingan, Jumat (6/3/2026), Tomas Trucha tak hadir. Justru, Ahmad Amiruddin yang hadir.

Tomas Trucha pun tak mendampingi skuad PSM Makassar dari pinggir lapangan di hari pertandingan menghadapi Malut United.

Penggawa Pasukan Ramang dipimpin oleh Ahmad Amiruddin yang dibantu oleh Direktur Teknik PSM Makassar Zulkifli Syukur.

Di pertandingan tersebut, PSM Makassar berhasil membawa pulang satu poin.

PSM Makassar menahan imbang 3-3 Malut United setelah sempat tertinggal dua gol.

Namun, paling penting di laga ini adalah semangat siri na pacce PSM Makassar kembali setelah hilang di tangan Tomas Trucha.

Ahmad Amiruddin menyebut, jajaran Manajemen PSM Makassar masih menyimpulkan solusi terbaik untuk nasib Tomas Trucha, apakah selesai atau masih tetap lanjut.

Apalagi, Manajemen PSM Makassar ingin pengambilan keputusan diambil secara kolektif, sehingga ada pertanggungjawaban bersama.

“Itu masih dirapatkan, karena info dari manajemen, dalam pengambilan keputusan tidak serta merta satu orang yang mengambil. Harus ada pertanggungjawaban bersama dalam mengambil keputusan,” tutur pelatih akrab disapa Amir ini. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved