Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Kritik Sistem Permainan PSM Makassar, Syamsuddin Umar: Penyerangan Tumpul Pertahanan Rapuh

Syamsuddin Umar menilai PSM Makassar banyak kelemahan berkaca dari dua pertandingan terakhir. 

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Alfian
Dokumentasi Pribadi/Syamsuddin Umar
PSM MAKASSAR - Pengamat Sepak Bola Syamsuddin Umar (kiri) dan Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha saat bertemu di Fun Football PSM Makassar di Lapangan Bosowa Sport Center, Jl Teuku Umar, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sabtu (15/11/2025). Syamsuddin Umar soroti performa PSM Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pengamat Sepak Bola Syamsuddin Umar menyoroti performa buruk PSM Makassar di Super League 2025/2026. 

Evaluasi besar harus dilakukan PSM Makassar jika tak ingin semakin terpuruk. 

Apalagi, PSM Makassar menghadapi tim papan atas Malut United pada pekan 25 Super League

Derby bertajuk Indonesia Timur itu digelar di Stadion Kie Raha, Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu (7/3/2026) pukul 20.00 Wita. 

Syamsuddin Umar menilai PSM Makassar banyak kelemahan berkaca dari dua pertandingan terakhir. 

Mulai dari penyerangan, lini tengah, tembok pertahanan hingga manajemen waktu pertandingan. 

Ia menyebut, penyerangan PSM Makassar tidak efektif. 

Baca juga: Preview Malut United vs PSM Makassar: Yuran Fernandes Dituntut Redam David da Silva

LINI BELAKANG - Kapten PSM Makassar Yuran Fernandes saat dikawal pemain Malut United pada pekan 25 Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (21/12/2025). Lini belakang perlu diperkuat PSM Makassar.
LINI BELAKANG - Kapten PSM Makassar Yuran Fernandes saat dikawal pemain Malut United pada pekan 25 Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (21/12/2025). Lini belakang perlu diperkuat PSM Makassar. (Tribun-timur.com/Sanovra Jr)

Pasalnya, mereka kalah jumlah dari lawan ketika menyerang.

Di lini depan kadang hanya ada satu-dua pemain. Itu pun dikawal tiga-empat pemain bertahan lawan.

Jadi bagaimana caranya mau mencetak gol. 

Efeknya, produktivitas gol PSM Makassar sangat kurang. 

Semestinya, ada second line yang muncul membantu striker, sehingga tercipta duel seimbang atau jumlah pemain PSM Makassar lebih banyak.

Misal, tiga lawan tiga atau empat lawan tiga. 

 “Pemain PSM Makassar di depan dua saja baru dikawal tiga-empat pemain, baru mau cetak gol, tidak bisa. Harus dibenahi itu,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Kamis (5/3/2026). 

Tak hanya itu, Syamsuddin Umar tak pernah melihat Yuran Fernandes cs melancarkan dua kali serangan kepada lawan. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved