Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Sudah Kalah 2-4, PSM Makassar Kini Menanti Sanksi Komdis PSSI

Aksi suporter yang masuk lapangan dan menyalakan flare membuat Juku Eja terancam denda Rp120 juta hingga kemungkinan laga kandang tanpa penonton.

Tayang:
Editor: Sukmawati Ibrahim
Istimewa
RICUH SUPORTER - Suporter turun ke lapangan dan merusak fasilitas di Stadion BJ Habibie, Parepare usai laga PSM Makassar vs Persita Tangerang, Senin (2/3/2026) malam. Aksi suporter yang masuk lapangan dan menyalakan flare membuat Juku Eja terancam denda Rp120 juta hingga kemungkinan laga kandang tanpa penonton. 

Sementara masuk lapangan tanpa izin perangkat pertandingan juga dikenakan Rp60 juta.

Sanksi bisa bertambah karena dua pelanggaran berbeda terjadi dalam satu pertandingan.

Aksi serupa juga tercatat sudah tiga kali terjadi di stadion berkapasitas 8.547 penonton itu, yakni saat melawan Madura United, Semen Padang, dan Persita Tangerang.

PSM juga berpotensi mendapat hukuman larangan bermain satu laga kandang tanpa penonton atau penutupan sebagian stadion disertai denda Rp30 juta.

Jika sanksi itu dijatuhkan, PSM tentu dirugikan.

PSM membutuhkan dukungan penuh untuk keluar dari tekanan degradasi.

Pengamat sepak bola Imran Amirullah menilai PSM saat ini membutuhkan dukungan, bukan tambahan masalah.

“Bukan saya menyalahkan, tapi paling tidak akan menjadi kerugian kan akhirnya. Tadinya kita butuh supportnya mereka, tapi akhirnya menjadi bumerang buat tim kita sendiri. Kenapa? Akhirnya kena denda,” katanya kepada Tribun-Timur.com, Selasa (3/3/2026).

Imran meminta suporter lebih bijak. Ia menegaskan tidak ada pemain yang ingin kalah.

“Bagaimana caranya mendewasakan semua juga suporter untuk menerima ketika kalah, ketika menang harus mereka tetap didukung,” ujar mantan pemain Timnas Indonesia itu.

Ia menyarankan manajemen, pelatih, pemain, dan suporter duduk bersama untuk berdialog secara terbuka.

Hal serupa pernah dilakukan saat ia menjadi asisten pelatih PSM Makassar di era Robert Rene Alberts.

“Jadi itulah yang mesti kita komunikasikan lebih bagus. Diundang suporter, pemain, pelatih minta penjelasan kenapa bisa seperti ini,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved