Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM

Duel Panas! Alex Tank vs Kadu, Penentu Nasib PSM Makassar

Tim Juku Eja harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 1-2 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.

Tayang:
Editor: Saldy Irawan
Istimewa
DUEL PEMAIN - Striker PSM Makassar Alex Tank (kiri) dan kiper PSBS Biak Kadu (kanan). Alex Tank berusaha menemukan ketajamannya akan menghadapi Kadu saat PSM Makassar bersua PSBS Biak pada pekan 20 Super League 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (8/1/2026). 

Ia telah mencatatkan 64 penyelamatan, hanya kalah dari Ernando Ari (Persebaya Surabaya) dengan 66 save, Hauptmeijer (Bali United) dengan 75 save, dan Nadeo Argawinata (Borneo FC) dengan 77 save.

Sayangnya, performa gemilang Kadu belum berdampak signifikan pada posisi PSBS Biak.

Klub asal Papua tersebut masih berada di atas zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-15 dengan 17 poin.

Legenda PSM Makassar, Anwar Liko, menilai Alex Tank sejatinya tetap memberikan kontribusi meski belum mencetak gol.

Mantan striker Marsaxlokk itu menyebut Alex Tank kerap membuka ruang dan menarik perhatian bek lawan.

“Kontribusinya cukup besar untuk tim. Namun, sebagai striker, orang pasti menilai harus mencetak gol. Padahal dalam sepak bola semua pemain bisa mencetak gol. Yang terpenting adalah kemenangan tim,” ujar Anwar Liko saat dihubungi Tribun-Timur.com, Jumat (6/1/2026).

Ia meyakini gol Alex Tank hanya tinggal menunggu waktu.

Anwar juga menilai penyerang berpostur 190 sentimeter itu membutuhkan suplai bola yang lebih maksimal dari lini tengah.

Menurutnya, suplai tersebut berkurang sejak gelandang serang Savio Roberto absen akibat cedera.

Kini, Savio Roberto berpeluang kembali bermain setelah mengikuti sesi latihan bersama Laskar Ayam Jantan dari Timur.

“Kehadiran Savio Roberto diharapkan bisa memanjakan Alex Tank di lini depan,” tuturnya.

Sementara itu, pecinta PSM Makassar, Arif, meminta pasukan Tomas Trucha tampil lebih menyerang saat menghadapi PSBS Biak.

Ia menilai skema compact defence seperti saat melawan Semen Padang tidak berjalan efektif.

“PSM Makassar harus menyerang sejak menit awal. Jangan lagi bermain menunggu. Serangan balik yang dibangun kemarin justru sering terhenti di tengah tanpa tujuan jelas,” katanya.

Menurut Arif, laga melawan PSBS Biak menjadi kesempatan emas bagi PSM Makassar untuk meraih tiga poin penuh.

Pasalnya, laga-laga berat sudah menanti setelah itu, seperti menghadapi Dewa United, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta.

“Manfaatkan pertandingan ini sebaik mungkin untuk mendapatkan tiga poin. Jangan buang-buang poin lagi,” tegasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved