Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

110 Tahun PSM

Pendiri Museum Tionghoa: Selain Ramang, Herry Tjong Juga Laik Jadi Legenda Kiper PSM Makassar

Saat PSM dua kali menjuarai Piala PSSI, sebelum divisi utama dan perserikatan, Harry Tjong dua kali ikut membawa PSM juara (tahun 1955 dan 1959).

Tayang:
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Alfian
Instagram/@azmiabubakar12
LEGENDA PSM - Potret Oei Sik “Harry” Tjong legenda PSM Makassar di salah satu terbitan koran tuan yang diambil dari akun instagram @azmiabubakar12, Jumat (17/10/2025). Oei Sik Tjong berposisi sebagai kiper dan salah satu pemain Tionghoa yang menembus skuad Timnas Indonesia. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga  Tionghoa Makassar, termasuk kelompok “pemegang rincik pendirian Makassar Voetbal Bond (MVB, 2/11/1915), -nama versi Belanda PSM Makassar-.

MVB adalah aliansi 15 klub sepak bola lokal Makassar. 

Inisiatif membuat aliansi klub ini, bagi kolonial Belanda, untuk memudahkan komunikasi sekaligus kontrol terhadap kelompok etnik jajahannya.

Pendiri, pelatih, dan pemain ke-15 klub itu, masih berbasis etnik, termasuk warga Belanda., Arab, China, dan bumi putera.

Azmi Abubakar, pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa (2011) sekaligus dewan pakar DPP Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menyebut, dua diantaranya adalah warga Tionghoa.

“Excelsior dan Nam Wa,” katanya kepada Tribun, Jumat (17/10/2025) siang, mengkonfirmasi artikel di IG-nya; Jasa Besar Etnis Tionghoa Terhadap PSM Makassar.

Bahkan, jelasnya, setelah Ramang, dan kiper legendaris PSM dan PSSI Moulwi Saelan, ada juga legenda kiper PSM bermarga Tionghoa,
Sedikit sekali yang mengetahui, jika Oei Sik “Harry” Tjong.

“Oei Sik ini adalah pemain ternama dari PSM kala itu , selain Ramang, Oei Sik juga laik jadi legenda),” katanya.

Baca juga: Syamsuddin Umar: 18 Hari Lagi, PSM 110 Tahun, Jangang Lalo Kodong Senasib Persipura dan Persiba

Saat PSM dua kali menjuarai Piala PSSI, sebelum divisi utama dan perserikatan, Harry Tjong dua kali ikut membawa PSM juara (tahun 1955 dan 1959).

“Saat itu, klub ini sampai dijuluki sebagai Real Madrid-nya Indonesia.”

Menurutnya, permainan Tjong sebagai kiper, bisa disejajarkan dengan kiper PSSI kala itu; seperti Jus Etek dan Paidjo.

Dia berkisah, bintang Tjong  lebih bersinar gemilang.

Dengan usia 23 tahun, tinggi 173 cm, amat tinggi untuk ukuran rata-rata pemain sepak bola Indonesia kala itu, Februari tahun 1959,

PSM bertanding di Jakarta berhadapan kesebelasan Bulgaria. 

Hasilnya seri 1-1. Bulgaria sudah salah saru jawara Eropa.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved