Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Panjang Jalan Sulsel 2.014 Km, BMBK Target Kemantapan Capai 80 Persen

Saat ini Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan 6 paket perbaikan jalan dengan skema Multi Years Project (MYP) bergulir 2025-2027.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
PERBAIKAN JALAN - Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Andi Ihsan di ruang kerjanya di Jl AP Pettarani, Kota Makassar pada Selasa (26/5/2026). Dari 2 ribu km kewenangan jalan provinsi, BMBK Sulsel target kemantapan sentuh 80 persen. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Proyek perbaikan jalan jadi prioritas di tahun 2026 ini.

Multi Years Project (MYP) bergulir 2025-2027 menyasar 6 paket jalan.

Sebanyak lima paket jalan proses konstruksinya sudah berjalan.

Sementara paket enam saat ini baru selesai berkontrak. Konstruksinya segera dimulai.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Andi Ihsan sedang fokus meningkatkan target kemantapan jalan.

Panjang ruas jalan kewenangan provinsi Sulsel 2.014 km.

Titik tertinggi kemantapan jalan pernah diangka 75 persen.

Namun beberapa tahun belakangan, kemantapan jalan Sulsel merosot.

"Dari 3 tahun kemarin itu memang kualitas kemantapan jalannya kita ada penurunan.

Mulai dari 75 persen, kemudian terakhir 71 persen, dan untuk tahun ini sekitar 67 sampai 68 persenlah," ujar Andi Ihsan saat dikonfirmasi pada Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Bupati Takalar Firdaus Daeng Manye Datang, Petani Rumput Laut Laikang Minta Perbaikan Jalan

Menurutnya kemantapan jalan penting bagi roda perekonomian masyarakat.

Distribusi barang dagangan masyarakat sangat bergantung dengan aksesibilitas yang memumpuni.

Saat ini, sejumlah pengerjaan jalan sudah menunjukkan hasil.

Diantaranya Jl Hertasning di Kota Makassar telah selesai. 

Sementara ruas Jl Aroepala sedang dalam proses konstruksi.

Dari paket 2, batas Makassar - Bontoramba progresnya 44,32 persen bagi jalur sepanjang 19,62 km.

Begitu juga ruas Panciro, Gowa arah Bts Kota Makassar progresnya 83,35 persen.

Paket 4 di ruas Salaonro - batas Kabupaten Wajo saat ini progresnya 18,11 persen.

"Target jalan untuk kemantapan ruas itu yang kita targetkan insya Allah mudah-mudahan di atas 80 persen," katanya.

Hanya saja di tengah banyaknya proyek jalan, sektor perekonomian nasional justru terguncang.

Dampaknya material perbaikan jalan justru perlahan meningkat.

Kondisi ini dipicu konflik geopolitik internasional.

Andi Ihsan mengakui adanya kenaikan harga material tersebut.

Dirinya aktif berkoordinasi dengan pihak kontraktor dari seluruh paket jalan tersebut.

Informasi yang diterimanya, harga aspal memang meningkat.

Meski begitu, Ihsan mengaku saat ini kondisinya masih terkendali.

"Sejauh ini masih dalam taraf normal karena kami sudah berapa kali rapat, tapi kan untuk mengeluarkan regulasi terkait kenaikan-kenaikan harga, bukan pasir saja, aspal itu naik, dan semuanya naik. Ini nanti kami juga harus ada regulasi mendasar untuk mengekskalasi berapa kenaikan secara aturan," ucap mantan Kepala Biro Umum Sulsel ini.

Andi Ihsan mengaku pihaknya belum bisa mengambil keputusan sepihak.

Pemerintah daerah harus hati-hati dalam bertindak. Apalagi belum ada aturan resmi terbaru dari pusat.

Padahal kondisi ini dialami proyek-proyek perbaikan jalan nasional lainnya.

Ihsan mengaku penekanannya kini tentang kualitas jalan.

Baginya, jalan berkualitas merupakan harga yang tidak bisa ditawar.

Pihak kontraktor harus tetap mengikuti standar jalan yang sesuai perencanaan.

"Kalau kita membahas proyek, hal yang tidak bisa ditawar itu adalah kualitas.  Jadi kualitas itu tidak bisa ditawar, kuantitas mungkin bisa, kalaupun ada kenaikan harga," ujarnya.

Fokus selanjutnya BMBK Sulsel memulai proyek paket 6.

Paket 6 memuat 20 ruas jalan, termasuk akses menuju Moncongloe. 

Jalan Poros Pammanjengan, Moncongloe, Kabupaten Maros selama ini sering dikeluhkan masyarakat.

Pantauan Tribun-Timur.com, ruas jalan tersebut masih tergenang air.

Kondisi jalan juga memprihatinkan. Lubang memperburuk kondisi ruas jalan.

Tepat depan SPBU Pertamina, ruas jalan memang sudah ditangani sementara.

Nampak paving block sedikit menyelamatkan perjalanan pengendara.

Namun setelah melewati pintu SPBU PERTAMINA, jalan kembali rusak parah.

Pengendara harus ekstra hati-hati, terlebih roda dua yang kerap terjebak di lubang yang cukup dalam.

"Kita sudah bahas perencanaannya. Itukan daerah cekungan, jadi kalau hujan banyak genangan. Nanti perbaikan drainase, elevasinya dibenahi. Dimensinya diperbesar. Peningkatan struktur jalan, dulunya aspal , kita akan rigid," kata Andi Ihsan 

Warga sekitar, Amelia menyambut gembira kabar penanganan yang segera dilakukan.

Dirinya tinggal di salah satu perumahan tak jauh dari ruas jalan yang rusak.

Setiap harinya, Amelia harus melalui ruas jalan tersebut untuk berangkat kerja di Kota Makassar.

"Alhamdulillah pasti. Tidak masalahji kalau macet nanti pas dikerja, yang penting bisa dipastikan kalau selesai jalannya sudah bagusmi kualitasnya," katanya kepada Tribun-Timur.com.

Dinas BMBK Sulsel pun meyakini proses persiapan segera rampung, lalu memulai konstruksi jalan.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved