Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ketua DPD II Ingatkan Bahlil Jangan Picu Perpecahan Internal Golkar Sulsel

Peringatan tersebut tidak lepas dari pengalaman Musda X Golkar Sulsel pada tahun 2020.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Waode Nurmin
Tribun-timur.com
MUSDA GOLKAR - Momen Munafri Arifuddin dan Solihin Kalla berfoto bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di kediamannya di Jakarta, Kamis (17/7/2025) silam. Hari ini, Munafri kembali dipanggil DPP untuk menghadap Ketua Umum Golkar Bahlil. 

“Harapannya agar Musda secepatnya dilaksanakan untuk memberikan ruang kepada ketua terpilih mempercepat konsolidasi,” tandasnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin M Said tak menampik bahwa hingga saat ini jadwal Musda Golkar Sulsel belum ditetapkan.

Politisi kelahiran Soppeng itu mengungkap alasan DPP Partai Golkar menjadikan Sulsel sebagai provinsi terakhir pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) tingkat provinsi.

Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi agar dinamika internal yang pernah terjadi pada Musda X Golkar Sulsel tahun 2020 tidak kembali terulang.

Muhidin menegaskan pengalaman Musda sebelumnya menjadi catatan penting bagi DPP Partai Golkar dalam menentukan arah pelaksanaan Musda XI Golkar Sulsel.

Muhidin menilai salah satu catatan penting dari Musda X Golkar Sulsel adalah munculnya polarisasi internal yang cukup keras. Bahkan dalam perkembangannya, dinamika tersebut ikut memengaruhi komunikasi politik di internal partai.

“Sulsel ini beberapa tahun lalu saya juga ketua musdanya. Sampai dibawa ke Jakarta. Kita tidak mau lagi seperti itu,” ujar Muhidin M Said merespons dinamika Musda Golkar Sulsel 2026, Rabu (6/5/2026).

Menurut Wakil Ketua Banggar DPR RI itu, pengalaman sebelumnya menjadi pertimbangan DPP Golkar menempatkan Sulsel sebagai penutup Musda tingkat provinsi secara nasional.

Ia mengatakan kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang tidak menginginkan Musda kembali diwarnai konflik internal.

“Kita mau Musda itu di Sulsel karena sesuai aturan dilaksanakan di ibu kota provinsi. Jangan lagi seperti yang lalu kita bawa ke Jakarta. Semua mau ke Jakarta,” lanjutnya.

Muhidin menegaskan pelaksanaan Musda di daerah harus menjadi momentum memperkuat konsolidasi partai, bukan justru melahirkan perpecahan baru di internal Golkar Sulsel.

Menurutnya, seluruh kader harus memiliki pemahaman dan tujuan yang sama sebelum masuk ke forum pemilihan ketua.

“Kalau kita mau agar Sulsel itu kondusif, itu keinginan kami untuk mengembalikan kejayaan partai. Dan untuk mengimbangi semua partai yang ada bahwa Golkar juga harus bersatu,” tegasnya.

Ia menambahkan siapa pun figur yang nantinya terpilih dalam Musda harus mendapat dukungan bersama demi kepentingan partai, bukan kelompok tertentu.

Dengan begitu, Muhidin berharap Golkar Sulsel kembali berjaya dan mampu memperkuat posisi politiknya di Sulawesi Selatan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved