El Nino Ancam Panen Petani, Bulog Sulselbar: Stok Beras 700 Ribu Ton
Perum Bulog Wilayah Sulselbar memastikan ketersediaan beras di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) tetap aman
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Perum Bulog Wilayah Sulselbar memastikan ketersediaan beras di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) tetap aman meski ada potensi dampak fenomena El Nino yang dapat memicu musim kemarau lebih panjang.
El Niño adalah fenomena iklim global berupa pemanasan suhu permukaan laut di atas normal di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur.
Fenomena ini memicu pergeseran awan hujan ke pasifik timur, menyebabkan penurunan curah hujan drastis, kekeringan, dan musim kemarau panjang di Indonesia.
Curah hujan yang rendah memicu risiko kekeringan yang tinggi dan musim kemarau yang terasa lebih kering, terutama mulai April hingga puncaknya pada Agustus.
Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk menjaga stok beras yang saat ini disebut mencapai sekitar 700 ribu ton.
Baca juga: BMKG Prediksi El Nino Mulai Juli, Waspada Kemarau Lebih Panas dan Kering
"Maka dalam rangka mengantisipasi kejadian nanti adanya El Nino yang berdampak pada biasanya menurunnya produksi maupun potensi panen yang tidak sebesar biasanya," katanya kepada Tribun Timur, Kamis (2/4/2026).
Sebagai langkah awal, ia memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap berjalan optimal di seluruh daerah.
Kemudian, pada bulan ini, mereka akan menyalurkan bantuan pangan untuk alokasi Februari.
"Setiap penerima bantuan pangan sebanyak 33 juta penerima bantuan pangan itu akan menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak," ungkapnya.
"Itu dalam rangka mengantisipasi adanya dua kejadian tadi yang kemungkinan kita tingkatkan stoknya," tambah dia.
Ia juga menegaskan harga beras SPHP tetap dijaga di Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kg agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
"Jadi insyaallah masih worth it untuk kebutuhan masyarakat dan masih affordable lah untuk dibeli oleh masyarakat di sekitar Makassar,” ujarnya.
Selain beras, Bulog bersama tim terkait juga terus memantau perkembangan harga dan distribusi bahan pokok lainnya guna mengantisipasi potensi kenaikan harga.
“Untuk komoditi lain, kami dengan tim sapu bersih, tim saber harga pangan, kami pantau terus perkembangannya. Kebutuhan untuk sembako yang lainnya terus kami akan pantau bottleneck-nya di mana," jelasnya.
"Misalnya ada kenaikan maka kami akan koordinasi dengan stakeholder terkait agar memastikan keperluan sembako tetap terjaga," tambah dia.
| HMI Demo Beras Bantuan Bermasalah, Bulog: Kami Sudah Tindak Lanjuti dan Komitmen Perbaiki Kualitas |
|
|---|
| Dandim 1407/Bone Bagikan Ratusan Kg Beras untuk Prajurit, Perkuat Solidaritas Anggota |
|
|---|
| Intip Strategi Petani Sidrap Jaga Produksi Padi di Tengah Ancaman El Nino |
|
|---|
| Heriwawan Jagokan Spanyol di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Jadi Andalan |
|
|---|
| Rp100 Miliar dari Pemprov Sulsel Bangun Jembatan Barombong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-24-Aktifitas-pengusaha-gabah-di-Bulukumba-musim-panen-lalu.jpg)