Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Musda Golkar Sulsel

Musda Golkar Ditunda, Plt Ketua Muhidin Bakal Keliling Sulsel

Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhidin M Said, menyampaikan, Musda ditunda karena perlu konsolidasi menyeluruh di seluruh Sulsel. 

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Ist
MUSDA GOLKAR- Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhidin M Said, menyampaikan, Musda ditunda karena perlu konsolidasi menyeluruh di seluruh Sulsel. Muhidin menekankan, setiap kader Golkar Sulsel memiliki peran penting dan rata-rata memiliki kemampuan sama untuk memimpin partai.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan hingga saat ini belum dapat dipastikan waktunya. 

Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhidin M Said, menyampaikan, Musda ditunda karena perlu konsolidasi menyeluruh di seluruh Sulsel. 

Ia menegaskan, arahan dari Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, meminta agar Musda tidak digelar terburu-buru.

“Belum, jadi begini, kita mau konsolidasi dulu karena saya mau keliling-keliling di 24 kabupaten/kota. Saya ingin tahu persis persoalannya, karena Golkar Sulsel ini sangat kompleks, luar biasa,” ujar Muhidin kepada Tribun Timur, Selasa (6/1/2026).

Muhidin menekankan, setiap kader Golkar Sulsel memiliki peran penting dan rata-rata memiliki kemampuan sama untuk memimpin partai. 

Oleh karena itu, ia ingin memastikan bahwa figur yang nantinya disepakati seluruh kader Golkar Sulsel.

Terlebih figur tersebut atas restu Ketum Bahlil. 

Baca juga: Idrus Marham: Seribu Persen Tidak Ada Agenda Ganti Bahlil Lahadalia di Rapimnas Golkar

Figur tersebut juga harus diterima dan didukung seluruh kader, tanpa membedakan-bedakan golongan.

“Semua kader sepakat, jadi saya mau lakukan konsolidasi dulu sambil melengkapi susunan pengurus Golkar Sulsel. Yang baru punya mandat sebagai Plt ya baru saya, yang lain sudah habis masa jabatan,” jelasnya.

Muhidin mengakui Musda awalnya dijadwalkan minggu ketiga Januari 2026.

Namun Muhidin menegaskan perlu kembali konsolidasi bersama seluruh kader.

Ia sudah melaporkan rencana Musda ke Bahlil.

Namun Bahlil meminta agar penyelenggaraan Musda Sulsel disempurnakan terlebih dahulu.

“Kemarin saya lapor sama Ketum di kantor DPP bahwa rencana saya mau gelar Musda cepat. Dia bilang jangan dulu, sempurnakan dulu di sana, konsolidasi secara keseluruhan supaya kita tahu persis persoalannya,” tutur Muhidin.

Wakil Ketua Banggar DPR RI itu menjelaskan, konsolidasi pertama yang digelar Desember 2025 lalu hanya dihadiri sebagian kecil ketua partai dan pengurus.

Sehingga belum mencakup keseluruhan struktur partai di Sulsel. 

“Jadi kita sempurnakan dulu kepengurusannya, mungkin minggu ini sudah sempurna untuk Plt pengurus Golkar Sulsel, bukan definitif. Karena definitif itu harus melalui Musda,” jelasnya.

Menurut Muhidin, penyempurnaan kepengurusan plt ini penting agar pihaknya dapat membentuk panitia Musda yang sah.

Sebab panitia dibentuk plt pengurus DPD I Golkar Sulsel.

“Oleh karena itu, seluruh pengurus harus kita lihat. Ada yang sudah tidak aktif, ada yang sudah meninggal, dan ada yang sudah pindah partai. Semua harus diperbarui supaya Musda bisa berjalan lancar,” katanya.

Muhidin menegaskan, langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses Musda berlangsung terorganisir, transparan, dan diterima oleh seluruh kader Golkar di Sulsel.

Jadwal ketidakpastian Musda Golkar Sulsel memicu spekulasi dan kegelisahan di kalangan kader Kondisi ini membuat kader di daerah masih berada dalam posisi menunggu.

“Belum ada jadwal resmi. Masih menunggu jadwal dari DPP,” ujar Anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Rahman Pina.

Hal senada disampaikan eks Wakil Ketua Golkar Sulsel, Armin Toputiri. 

Ia menyebutkan seluruh kader masih menanti arahan resmi dari Plt Ketua Golkar Sulsel Muhidin M Said untuk mulai mempersiapkan pelaksanaan Musda.

Hal ini mengingat kepengurusan saat ini sudah bersifat demisioner.

“Kami prinsipnya menunggu petunjuk dari Plt Ketua, karena kami semua sudah demisioner sebagai pengurus Golkar Sulsel,” kata Armin.

Sebelumnya, saat memimpin konsolidasi perdana pada 23 Desember 2025, Muhidin M Said menegaskan akan segera membentuk kepanitiaan Musda dan memastikan pelaksanaannya digelar di Makassar. 

Namun, namun memasuki pekan pertama Januari 2026, pembentukan panitia dan penetapan jadwal Musda tak kunjung dilakukan.

Meski jadwal belum pasti, dinamika politik internal Golkar Sulsel justru semakin mengerucut. 

Sejumlah nama mulai mengemuka dalam bursa calon Ketua DPD I Golkar Sulsel. 

Di antaranya Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, dan Bupati Soppeng Suwardi Haseng.

Setidaknya tiga kader tersebut hadir dalam konsolidasi pada Desember 2025 lalu di sekretariat DPD I Golkar Sulsel.

Pasalnya, empat kader lainnya yang disebut-sebut akan maju sebagai calon ketua tidak hadir dalam konsolidasi ini.

Mereka adalah Bupati Luwu Patahuddin, Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin

Sementara kader fungsionaris adalah mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan eks Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved