Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Teman Bus

Pakar Transportasi: Pemprov Sulsel Harus Ambil Alih Teman Bus Mamminasata

Teman Bus Mamminasata resmi berhenti beroperasi 1 Januari 2026. Pakar dan Unhas dorong Pemprov Sulsel ambil alih.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN TIMUR/Faqih Imtiyaaz
TEMAN BUS - Tiga Armada Teman Bus parkir di Kampus Universitas Hasanuddin di hari terakhir operasional pada Rabu (31/12/2025) sore. Pakar Transportasi Prof Lambang Basri mendorong Pemprov Sulsel mengambil alih subsidi teman bus. 

Ringkasan Berita:
  • Teman Bus Mamminasata berhenti beroperasi per 1 Januari 2026 setelah Kemenhub mengakhiri subsidi.
  • Layanan koridor 5 Unhas Gowa–Tamalanrea ini sebelumnya mengangkut 660 ribu penumpang sepanjang 2025.
  • Pakar transportasi dan Unhas mendesak Pemprov Sulsel mengambil alih subsidi agar layanan tetap berjalan dengan tarif terjangkau bagi mahasiswa dan masyarakat.
 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Teman Bus Mamminasata resmi berhenti operasional per 1 Januari 2026.

Bus koridor 5 ini menghubungkan kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Gowa ke Unhas Tamalanrea.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakhiri subsidi operasional.

Desakan pun datang dari berbagai pihak, meminta pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengambil alih.

Pakar Transportasi Prof Lambang Basri menyebut pemerintah memang wajib menyediakan layanan angkutan umum.

"Sebenarnya kalau pemerintah betul hadir dalam penyediaan layanan angkutan umum mestinya tidak ada kata berhenti, bahkan seharusnya ditingkatkan," ujar Prof Lambang Basri kepada Tribun-Timur.com usai dikonfirmasi Minggu (4/1/2026).

Bertahun-tahun Teman Bus Mamminasata sudah banyak membantu aktivitas warga Makassar.

Mahasiswa, dosen Unhas, hingga masyarakat umum mempercayakan perjalanan dengan Teman Bus Mamminasata.

Bahkan di periode Januari - November 2025 ini, Teman Bus Mamminasata mengangkut sebanyak 660.664 orang.

"Persoalan utama kita terkait kelembagaan yang mengelola transportasi, sejatinya pemerintah pusat, daerah menjadi satu kesatuan sistem dalam menghidupkan layanan masyarakat terhadap lahirnya angkutan umum," sambungnya.

Menurutnya, sudah sewajarnya pemerintah daerah didorong memberikan subisidi lanjutan.

"Mungkin lebih bijak jika istilahnya menyerahkan dan mendorong pemerintah daerah untuk melanjutkan penanganan nya secara mandiri," ucap Prof Lambang Basri.

Wakil Rektor IV bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis Unhas Prof Adi Maulana menyebut Teman Bus sudah banyak membantu aktivitas warga Makassar.

Baginya Teman Bus Mamminasata layak dilanjutkan programnya melalui skema apapun.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved