Perbaikan Jalan
Jalan Hertasning-Aroepala Diprediksi Macet saat Perbaikan, Pemprov Sulsel Diminta Maksimalkan Dishub
Dua ruas jalan yang rusak ini akan diperbaiki masing-masing sepanjang 1,80 kilometer (Km). Dikerjakan secara multiyears, dari 2025-2027.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sakinah Sudin
Ringkasan Berita:
- Pemprov Sulsel diminta siapkan solusi kemacetan akibat perbaikan Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala sepanjang 1,80 Km yang dikerjakan multiyears 2025–2027.
- Pengamat transportasi UINAM Nur Syam menilai kepadatan akan makin parah, sehingga Pemprov perlu mempercepat pengerjaan dan memetakan jalur alternatif.
- Jalur alternatif dinilai tetap padat, sehingga Dishub diminta memaksimalkan pengaturan lalu lintas dan masyarakat diimbau bersabar selama proyek berlangsung.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) diminta mencari solusi mengatasi kemacetan selama pengerjaan Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel.
Dua ruas jalan yang rusak ini akan diperbaiki masing-masing sepanjang 1,80 kilometer (Km). Dikerjakan secara multiyears, dari 2025-2027.
Jalan ini memang menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.
Perbaikan dilakukan dengan pengaspalan, overlay dan pengecoran.
Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala diprediksi semakin macet selama pengerjaan.
Pasalnya, di hari biasa saja kemacetan sangat parah.
Kemacetan bisa mencapai dua kilometer, dari depan masuk Perumahan Pertama Hijau, Jl Hertasning hingga batas Kota Makassar-Kabupaten Gowa, Jl Tun Abdul Razak.
Penyebabnya, kemacetan karena volume kendaraan yang banyak dan pemutaran U-turn.
Pengamat Transportasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Nur Syam melihat kondisi sekarang saja kepadatan lalu lintas di Jalan Hertasning-Jalan Aroepala sangat tinggi.
Apalagi, kalau ada pengerjaan jalan secara multiyears. Harusnya, Pemprov Sulsel mengupayakan pengerjaan jalan dengan cepat.
“Agak panjang ini (pengerjaan), tidak dituntaskan dalam waktu periode tertentu, sehingga akan mempengaruhi arus lalu lintas,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (17/12/2025).
Menurut Nur Syam, Pemprov Sulsel perlu memetakan jalur alternatif untuk mengurai kemacetan selama pengerjaan Jalan Hertasning-Jalan Aroepala.
Apalagi, banyak warga Gowa yang bermukim di Samata beraktivitas di Makassar.
“Identifikasi yang memungkinkan untuk jalur-jalur alternatif yang bisa dibuka,” tuturnya.
| Ruas Poros Moncongloe Diperbaiki Sementara, BMBK Sulsel Tinggikan Jalan |
|
|---|
| Jalan Hertasning–Aroepala Dikerja Malam Hari, Anggaran Rp430,7 M |
|
|---|
| Perbaikan Ruas Jalan Hertasning–Aroepala Dimulai, Paket I Senilai Rp430,7 Miliar |
|
|---|
| Perbaikan Jl Hertasning - Aroepala Masuki Tahap Uji Materil, Konstruksi Target Akhir Desember |
|
|---|
| Perbaikan Jalan di Sulsel Dimulai Akhir 2025, Gowa–Sinjai Jadi Prioritas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-17-PERBAIKAN-JALAN.jpg)