Sulsel Perkuat Pengawasan Pesisir melalui Program Smart Patrol
M. Ilyas, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan pemanfaatan laut
Ringkasan Berita:
- Kadis Kelautan dan Perikanan M. Ilyas, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan pemanfaatan laut
- Smart Patrol menjadi tonggak baru dalam peningkatan kualitas supervisi kelautan di lapangan
- Program ini merupakan hasil kolaborasi DKP Sulsel dan FFI, dan pertama kali diterapkan di wilayah kerja Cabang Dinas Kelautan Pangkep
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Upaya memperkuat tata kelola sumber daya laut dan pesisir di Sulawesi Selatan semakin konkret.
Melalui kolaborasi antara Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Selatan dan Fauna & Flora Indonesia (FFI), pelaksanaan Training of Trainers (TOT) Smart Patrol resmi digelar sebagai langkah awal implementasi sistem pengawasan berbasis aplikasi yang akan diterapkan kepada seluruh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) di Sulawesi Selatan.
Program Smart Patrol ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, yakni mewujudkan provinsi yang sejahtera, maju, dan berkelanjutan melalui penguatan tata kelola sumber daya alam, pelestarian lingkungan hidup, serta optimalisasi digitalisasi layanan publik.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, M. Ilyas, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan pemanfaatan laut.
“Pengawasan bukan hanya tugas pemerintah. Ini tugas bersama. Pemerintah provinsi, Pokmaswas, mitra konservasi, akademisi, dan masyarakat harus menjadi satu ekosistem kerja,” ujar M. Ilyas Kamis (11/12/2025).
Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pengawasan DKP Sulsel, Sayyid Zainal Abidin, menyampaikan bahwa kegiatan TOT berlangsung selama dua hari, 9–10 Desember 2025, dengan peserta sebanyak 35 orang dari tujuh cabang dinas.
Menurutnya, Smart Patrol menjadi tonggak baru dalam peningkatan kualitas supervisi kelautan di lapangan.
“Smart Patrol akan meningkatkan kapasitas pengawas maupun Pokmaswas melalui pencatatan digital, pemetaan kejadian, serta laporan berbasis bukti yang dapat dimonitor secara berjenjang dan real time,” ujar Sayyid Zainal Abidin,
Program ini merupakan hasil kolaborasi DKP Sulsel dan FFI, dan pertama kali diterapkan di wilayah kerja Cabang Dinas Kelautan Pangkep.
Ia menambahkan sistem tersebut akan menjadi dasar evaluasi kinerja Pokmaswas, membantu percepatan pengambilan keputusan, serta memperkuat keberlanjutan pengelolaan ruang laut.
Terpisah, Direktur Fauna & Flora Indonesia, Saputra, menegaskan peran masyarakat merupakan elemen penting dalam menjaga ekosistem laut.
“Selama ini Pokmaswas bekerja dengan komitmen tinggi. Kini, dengan dukungan Smart Patrol, mereka memiliki alat untuk melaporkan kondisi lapangan dengan lebih akurat dan terstandar. Ini bukan hanya perubahan metode, tetapi peningkatan level profesionalitas pengawasan masyarakat,” jelas Saputra.
Ia menilai Sulawesi Selatan berpotensi menjadi provinsi percontohan implementasi Smart Patrol di Indonesia apabila sistem ini berjalan optimal.
Dengan hadirnya Smart Patrol, Pemprov Sulsel berharap pengawasan sumber daya kelautan dapat dilakukan secara lebih terukur, cepat, dan berbasis fakta, sehingga laut tetap terjaga dan masyarakat tetap berdaya.(*)
| Kapolda Siap Kawal Jasad Farhan Gunawan Pulang ke Lutim Meski Jalan Diblokade |
|
|---|
| 11 Tahun Tugas di Sulsel, Brigjen Alfred Papare Promosi Jenderal Bintang 2 Jabat Kapolda Papua Barat |
|
|---|
| Tak Ada Lagi Putra Sulsel Jabat Kapolda, Andi Rian Kini Jabat Wakalemdiklat Polri |
|
|---|
| Merenungi Algoritma Golkar dan Nasdem Sulsel: 3 vs 162 |
|
|---|
| Daftar Tiga Pemain Asal Sulsel Bela PSMS Medan, Ada Bawa PSM Makassar Juara Liga 1 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251211-TOT-dinas-kelautan-Sulsel.jpg)