Jamaah Umrah Asal Sulsel Terlantar
37 Jemaah Umrah Terlantar di Arab Saudi, Travel Ternyata Tak Berizin
Kemenag Sulsel pastikan travel yang telantarkan 37 jemaah umrah di Jeddah tidak berizin. Jemaah terpaksa beli tiket sendiri untuk pulang.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel menegaskan, travel umrah menelantarkan puluhan jemaah di Jeddah, Arab Saudi, tidak berizin alias ilegal.
Hasil penelusuran menunjukkan, nama travel tersebut tidak tercatat di database resmi Kemenag.
Kepastian ini disampaikan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sulsel, Ikbal Ismail, saat dikonfirmasi, Senin (13/10/2025).
“Hasil pengecekan kami, tidak ada nama travel seperti itu. Tidak berizin,” kata Ikbal.
Travel yang dimaksud adalah Best Trip Travel, beralamat di Jalan Andi Djemma, Kecamatan Rappocini, Makassar.
Ikbal menyebut, hingga kini belum ada laporan resmi terkait keterlambatan kepulangan jemaah.
“Sampai saat ini belum ada laporan masuk terkait jemaah umrah yang bermasalah di Arab Saudi,” ujarnya.
Ia menyarankan, jika jemaah sudah tiba di tanah air, sebaiknya segera melapor ke kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
“Kalau sudah datang, harusnya lapor ke Polda,” ucapnya.
Baca juga: Anak Bos Travel PT Nur Fiqar Trans Tewas Tabrakan di Sinjai Selatan
Ikbal mengimbau masyarakat lebih cermat memilih biro perjalanan umrah.
Ia menekankan agar tidak tergiur harga murah tanpa memeriksa izin resmi.
“Jangan mendaftar di brand yang tidak berizin. Banyak oknum seperti itu yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Kemenag Sulsel berkomitmen terus mengawasi penyelenggara ibadah umrah, termasuk menertibkan travel ilegal merugikan masyarakat.
Sebelumnya, sebanyak 37 jemaah umrah asal Indonesia dilaporkan terlantar di Jeddah.
Mereka berasal dari Makassar, Kendari, Palu, dan Kolaka.
Keterlambatan kepulangan diduga akibat penundaan jadwal tiket pesawat oleh pihak travel.
Jemaah seharusnya pulang pada 10 Oktober 2025.
Namun hingga 12 Oktober belum ada kepastian.
Hal itu disampaikan Yamin, jemaah asal Makassar, saat dihubungi Tribun-Timur, Minggu (12/10/2025).
“Kita kan baru dua hari di sini. Seharusnya kemarin pulang tanggal 10 Oktober. Ini dua hari belum dipulangkan. Belum ada tiket pesawat,” kata Yamin.
Ia mengungkap, sebelum berangkat pun mereka sempat mengalami penundaan.
“Sebelum berangkat, kami dari Makassar harus menunggu visa sekitar lima hari. Pemberangkatan diundur terus,” ujarnya.
Kini, jemaah kembali menunggu tanpa kepastian di Jeddah.
“Sudah tanggal 12, belum jelas kapan pulang. Pihak travel bilang tunggu-tunggu saja. Kami menunggu kepastian jadwal,” ucapnya.
Yamin menyebut, dari total 37 jemaah, sebagian sudah pulang dengan biaya pribadi.
Sebagian lainnya bersiap ke Madinah untuk mencari penerbangan mandiri.
“Karena tidak ada kepastian, ada yang sudah berangkat. Sekitar 20 orang mau ke Madinah malam ini,” katanya.
Ia mengaku belum mendapat alasan pasti dari pihak travel.
“Alasannya cuma disuruh menunggu. Kami tidak tahu kenapa,” ujarnya.
Jemaah telah melaporkan kondisi itu ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Arab Saudi.
“Kami sudah diurus KJRI. Katanya besok jam 10 pagi harus pulang,” ucapnya.
Selama di Arab Saudi, jemaah masih mendapat tempat tinggal dan makan seadanya.
“Kalau makan, pagi di restoran. Sisanya nasi kotak. Di Jeddah ini, kemarin dua kali makan, sekarang tiga kali. Siang belum tahu,” ungkapnya.
Saat ini, seluruh jemaah ditampung di hotel, masih menunggu kepastian jadwal penerbangan.
“Yang tanggung pihak travel, tapi kami menunggu kepastian,” kata Yamin.
Ia menambahkan, sejak awal keberangkatan sudah terjadi beberapa kali perubahan jadwal.
“Sebelum berangkat, jadwal diundur terus. Dari tanggal 17, lalu 22, 26, 29. Baru berangkat tanggal 30 September,” ujarnya.
Yamin berharap pihak travel segera memberi kepastian agar jemaah bisa pulang dengan selamat.
“Sudah ada respons dari KJRI, katanya besok harus pulang. Tapi kami belum tahu kepastiannya. Kami bingung kapan dipulangkan,” tutupnya.
Seluruh jemaah berangkat menggunakan layanan Best Trip Travel di Jalan Andi Djemma, Makassar.
Mereka terbang ke Tanah Suci pada 1 Oktober 2025 dan dijadwalkan pulang 10 Oktober, namun hingga kini belum ada kepastian. (*)
umrah
Travel
Travel Ilegal
Jemaah Terlantar
Jeddah
Kemenag Sulsel
Ikbal Ismail
TribunBreakingNews
Eksklusif
| Penipuan Travel Umrah Bodong, Puluhan Jemaah Asal Sulsel Pulang ke Indonesia Beli Tiket Sendiri |
|
|---|
| Puluhan Jamaah Umrah dari Makasaar Terlantar di Jeddah Arab Saudi |
|
|---|
| Travel yang Terlantarkan Jamaah Umrah Sidrap Pakai Alamat Palsu |
|
|---|
| Kemenag Sulsel: Trevel yang Terlantarkan Jamaah Umrah Sulsel Tak terdaftar |
|
|---|
| Ini Kronologis 55 Jamaah Umrah Asal Sulsel Terlantar di Madinah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Suasana-di-Masjid-Nabawi-Madinah-usai-Salat-Magrib-2.jpg)