El Nino di Sinjai Diprediksi Mulai Juli, Puncaknya September 2026
Sebanyak 126 unit mesin pompa air telah dibagikan kepada petani di delapan kecamatan.
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, Sulawesi Selatan mulai melakukan langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino tahun 2026.
Kepala Dinas Pertanian Sinjai, Kamaruddin mengatakan musim kemarau panjang diprediksi terjadi mulai Juli hingga Oktober mendatang.
Menurutnya, informasi tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan BMKG.
“Kami sudah konsultasi dengan BMKG, kemarau terjadi pada bulan Juli dan puncaknya di September,” kata Kamaruddin kepada Tribun-Timur, Selasa (12/5/2026).
Pemkab Sinjai telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar produksi pertanian tetap berjalan.
Salah satunya dengan mempercepat masa tanam dan panen bagi petani di sejumlah wilayah.
“Jadi di bulan Juli itu petani kita sudah masa panen, karena kita sudah instruksikan agar dipercepat,” ujarnya.
Selain percepatan tanam, Dinas Pertanian Sinjai juga menyiapkan bantuan mesin pompa air untuk kelompok tani.
Sebanyak 126 unit mesin pompa air telah dibagikan kepada petani di delapan kecamatan.
“126 mesin pompa air sudah dibagikan kepada petani,” katanya.
Menurut Kamaruddin, pompa air tersebut diprioritaskan bagi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau.
“Kita bagikan kepada kelompok petani di delapan kecamatan,” ujarnya.
Petani yang belum memasuki masa panen pada Juli dan Agustus nantinya akan dibantu melalui sistem kompensasi pengairan menggunakan pompa air.
“Jadi yang belum panen nantinya di bulan Juli dan Agustus itu kita lakukan kompensasi pengairan,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang petani di Sinjai Selatan, Fajar berharap langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah dapat membantu petani menghadapi musim kemarau panjang tahun ini.
| Utang Pekerja Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Capai Rp 20 Juta |
|
|---|
| Antisipasi El Nino, Petani di Tanra Tuo Pinrang Kejar Percepatan Tanam |
|
|---|
| Damkar Sinjai Kena 'Prank', Terima Laporan Kebakaran, Ternyata Asap Masak Air |
|
|---|
| Warung dan Katering Jadi Korban, Ketua DPRD Sinjai Desak Perusahaan Selesaikan Utang Pekerja Proyek |
|
|---|
| Hadapi Ancaman El Nino, BPBD Gowa Perkuat Kesiapsiagaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pertanian-Sinjai-Kamaruddin_12052026_.jpg)