Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polres Sinjai Periksa Risal Dukun Viral Usai Heboh Obati Warga Pake Mantra

Isi mantra Risal dukun viral mendapat kritik karena mengandung kata-kata kotor

Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muh Ainun Taqwa
Risal saat memberikan klarifikasi di Mapolres Sinjai. Kasus dugaan praktik pengobatan Risal, kini ditangani pihak kepolisian 

 

Ia juga mengklaim sebagian besar pasien yang datang mengalami penyakit nonmedis.

 

Meski demikian, beberapa pasien disebut datang dengan keluhan medis seperti sakit lambung, sakit kepala, dan pusing.

 

“Pengobatan yang kita lakukan untuk medis dan non medis,” ujarnya. 

 

Ia juga mengaku sering menerima pesan ucapan terima kasih dari pasien yang merasa terbantu setelah menjalani pengobatan.

 

“Bahkan salah satu pasien asal Makassar memberikan klarifikasi karena merasa bersyukur telah sembuh dari penyakit gula,” katanya. 

 

Proses pengobatan biasanya dilakukan mulai pukul 11.00 Wita hingga selesai.

 

Risal ungkap dirinya kerap mengalami efek samping setelah melakukan pengobatan, terutama untuk kasus yang dianggap nonmedis.

 

“Saya sering mengalami mimpi aneh hingga gangguan saat beristirahat,” katanya.

 

Ia menceritakan pengalaman saat mengobati pasien dari Parepare.

 

“Saya mendengar suara batu di atap rumah, rumah bergoyang, hingga suara bayi menangis pada malam hari,” ujarnya. 

 

Ketua I MUI Sinjai, Fadhlullah Marzuki, mengatakan konten tersebut tidak pantas dan tidak seharusnya disebarluaskan di ruang publik. 

 

“Yang disampaikan dalam video tersebut tidak etis, apalagi mengaitkan asma Allah dengan kata-kata yang tidak senonoh. Hal seperti ini tidak dibenarkan,” kata Fadhlullah kepada Tribun-Timur, Selasa (31/3/2026).

 

Ia menyebut praktik yang ditampilkan dalam video tersebut telah menyimpang dari ajaran Islam dan berpotensi melanggar syariat.

 

Fadhlullah mengungkapkan, setelah video tersebut viral, yang bersangkutan telah mendatangi pihaknya untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

 

“Kami sudah menyarankan agar yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan bertaubat,” ujarnya, 

 

Ia menegaskan Indonesia adalah negara hukum, sehingga jika ada pihak yang melaporkan kasus tersebut, maka proses hukum tetap harus dijalani.

 

“Dalam Islam ada pengobatan yang sesuai syariat dan ada yang menyimpang,” katanya.

 

Lanjut Fadhlullah mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih metode pengobatan dan tidak mudah tergiur praktik yang tidak sesuai dengan syariat.

 

“Masyarakat harus bisa memilah agar tidak terjebak pada praktik yang bertentangan dengan ajaran agama,” ujarnya.

 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengutamakan pengobatan medis di fasilitas kesehatan, serta memilih metode pengobatan alternatif yang sesuai dengan ajaran agama.

 

“Kami tetap percaya bahwa ikhtiar melalui pengobatan medis dan doa adalah jalan yang benar. Penyakit datang dari Allah, dan kesembuhan juga dari-Nya,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved