Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ikon Wisata Pulau Larea-Rea Sinjai Rusak dan Tak Terurus, Kadis Tunggu Anggaran Perubahan

Tulisan itu menjadi penanda sekaligus spot foto bagi wisatawan tampak roboh dan tergeletak di area pantai.

Tayang:
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
WISATA - Kondisi destinasi wisata Pulau Larea Rea. Papan nama destinasi wisata Pulau Larea-Rea di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, rusak. 
Ringkasan Berita:
  • Ikon wisata bertuliskan “Pulau Larea-Rea” di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, rusak dan roboh. 
  • Kondisi tersebut viral di media sosial karena papan nama yang menjadi identitas sekaligus spot foto favorit wisatawan terlihat tergeletak di area pantai.
  • Warga Pulau Sembilan, Arfah, berharap pemerintah segera memperbaiki fasilitas tersebut karena dinilai mengurangi daya tarik destinasi wisata andalan Sinjai

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI— Destinasi wisata Pulau Larea-Rea di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan.

Video beredar di media sosial, terlihat papan nama atau ikon bertuliskan “Pulau Larea Rea” rusak.

Tulisan itu menjadi penanda sekaligus spot foto bagi wisatawan tampak roboh dan tergeletak di area pantai.

Warga, Arfah, mengatakan kondisi tersebut mengurangi keindahan salah satu destinasi wisata andalan di Kecamatan Pulau Sembilan.

“Harus ada perbaikan supaya destinasi ini kembali terlihat menarik dan nyaman dikunjungi wisatawan,” kata Arfah kepada Tribun-Timur.com, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: M Fazli Pemain Termuda di Sinjai Bersatu Series 2026, Anaknya Baso Bintang

Keberadaan papan nama memiliki nilai penting karena menjadi identitas Pulau Larea-Rea yang sering diabadikan wisatawan saat berkunjung.

“Pulau Larea-Rea memiliki potensi wisata alam yang besar, harusnya ada perhatian dari Pemerintah,” ujarnya. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai, Tamsil Binawan, mengatakan kerusakan papan nama disebabkan korosi yang terjadi akibat paparan air laut dalam jangka waktu lama.

“Memang sudah mengalami korosi. Lokasinya tergenang air laut sehingga materialnya rusak. Itu sudah sekitar delapan tahun sejak dibangun,” katanya. 

Pihaknya telah menyiapkan langkah perbaikan terhadap fasilitas tersebut.

“Perbaikan akan diusulkan melalui anggaran perubahan tahun 2026 agar ikon wisata Pulau Larea-Rea dapat kembali dibangun,” ujarnya. 

Pengerjaan papan nama itu memerlukan material dan proses khusus karena harus dibuat oleh tukang las sebelum dipasang di lokasi.

“Insya Allah akan kami usulkan pada perubahan anggaran tahun ini untuk diperbaiki. Bahannya harus dibuat di tukang las terlebih dahulu,” ujarnya.

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved