Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sinjai

Kondisi Tugu Bambu Sinjai Bersatu Memprihatinkan, Warga Minta Pemerintah Bertindak

Bahkan sudah ada bagian bangunan berbentuk kolam kecil yang mengelilingi tugu bambu sudah berjatuhan.

Tayang:
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Saldy Irawan
ISTIMEWA
Kondisi tugu bambu sinjai (25/9/2025). Kondisi Tugu bambu sinjai bersatu memprihatinkan kusam, berlumut hingga ditumbuhi rumput liar 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kondisi Tugu Bambu Sinjai Bersatu yang terletak di Jalan Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, kini memprihatinkan dan jauh dari kesan sebagai ikon kebanggaan daerah.

Pantauan wartawan tirbun, Kamis (25/9/2025), bangunan tugu tampak kusam dan kurang terawat. 

Lumut dan rumput liar tumbuh subur di sekitar area tugu, dengan ketinggian rumput mencapai sekitar 40 sentimeter.

Selain itu, air kolam yang mengelilingi tugu tampak berwarna hijau keruh, pertanda kurangnya perawatan berkala.

Beberapa bagian kolam kecil yang mengelilingi tugu juga tampak mulai rusak dan berjatuhan, menambah kesan tak terurus pada bangunan yang dibangun pada tahun 2016 dengan anggaran APBD senilai Rp1,7 miliar tersebut.

Pemandangan ini tentu disayangkan oleh masyarakat, terlebih karena Tugu Bambu Sinjai Bersatu kerap menjadi lokasi favorit untuk berfoto, terutama di malam hari ketika lampu-lampu hias menyala dan memperindah suasana.

Salah seorang warga setempat, Asrul, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi terkini tugu tersebut.

"Sayang, kondisinya semakin hari semakin memprihatinkan," ujar Asrul, warga Jalan Agus Salim.

Hal senada disampaikan Wawan, warga Jalan Wolter Monginsidi. Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki ikon kebanggaan masyarakat Sinjai itu.

"Seharusnya tugu ini dirawat dengan baik. Ini kan simbol kita sebagai warga Sinjai," tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Sinjai, Haris Achmad, menyatakan bahwa perawatan Tugu Bambu Sinjai Bersatu bukan merupakan tanggung jawab instansinya.

"Itu bukan wewenang kami. Setahu saya, aset tersebut berada di bawah Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkintam)," ujar Haris.

Namun hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perkintam Sinjai, Andi Syarif, belum memberikan tanggapan resmi terkait kondisi dan penanganan tugu tersebut.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved