Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Enam Tahun Tren Positif, Angka Stunting di Sidrap Terus Menurun

Dalam enam tahun terakhir, prevalensi stunting di daerah ini mengalami tren penurunan secara konsisten.

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
STUNTING-Kepala DPPKB Sidrap, Syahrul Mubarak di Kantor Dinas SKPD, Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Rabu (17/6/2026). Prevalensi stunting di Sidrap kembali turun menjadi 5,83 persen pada Mei 2026. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sidrap terus menunjukkan hasil positif.

Dalam enam tahun terakhir, prevalensi stunting di daerah ini mengalami tren penurunan secara konsisten.

Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Sidrap, angka stunting tercatat sebesar 7,12 persen pada 2021.

Angka tersebut turun menjadi 6,31 persen pada 2022 dan kembali menurun menjadi 6,29 persen pada 2023.

Penurunan terus berlanjut pada 2024 dengan capaian 5,91 persen, kemudian menjadi 5,86 persen pada 2025.

Hingga Mei 2026, prevalensi stunting di Sidrap kembali turun menjadi 5,83 persen.

Capaian tersebut menunjukkan adanya perbaikan status gizi anak di Kabupaten Sidrap melalui berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah daerah bersama lintas sektor.

Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Kondisi ini ditandai dengan tinggi atau panjang badan anak yang berada di bawah standar kurva pertumbuhan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kepala DPPKB Sidrap, Syahrul Mubarak, menjelaskan bahwa anak yang terdata dalam pemantauan belum seluruhnya dapat dipastikan mengalami stunting secara klinis.

"Sebenarnya belum dikategorikan stunting karena belum ada pemeriksaan secara klinis, tetapi masih dalam tahap stunted atau berat dan tinggi badan tidak ideal," jelas Syahrul Mubarak saat ditemui Tribun-Timur.com, Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan data per Mei 2026, jumlah sasaran balita di Kabupaten Sidrap mencapai 22.955 anak.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.338 balita teridentifikasi mengalami gangguan pertumbuhan berdasarkan hasil pengukuran tinggi dan berat badan yang belum sesuai dengan standar usianya.

Kecamatan Watang Pulu menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 189 balita.

Disusul Kecamatan Baranti sebanyak 186 balita.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved