Muharam
Tradisi Mala Barakka DDI As-Salman Bertahan 13 Tahun, Warga Datang Ambil Air Berkah di Sidrap
Tahun ini, tradisi mala barakka kembali digelar untuk menyambut 1 Muharam 1448 Hijriah.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP – Ada tradisi selalu dinanti setiap datangnya Tahun Baru Islam di Pondok Pesantren DDI As-Salman, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Namanya mala barakka.
Mala barakka adalah Bahasa Bugis. Terjemahannya, ambil berkah.
Tradisi itu telah bertahan selama 13 tahun.
Pondok pesantren di Jalan Lahalede, Kelurahan Allakkuang, Kecamatan Maritengngae itu.
Berjarak sekitar 180 kilometer di sebelah utara Kota Makassar.
Perjalanan menuju lokasi dapat ditempuh sekitar 3,5 hingga 4 jam melalui jalur darat.
Tahun ini, tradisi mala barakka kembali digelar untuk menyambut 1 Muharam 1448 Hijriah.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (17–18/6/2026).
Agenda utamanya adalah simaan Alquran 30 juz.
Sebanyak 15 juz dibaca pada hari pertama.
Sementara 15 juz sisanya diselesaikan pada hari kedua.
Yang membuat tradisi ini berbeda, seluruh bacaan dilakukan bil ghaib, yakni membaca Alquran dari hafalan tanpa melihat mushaf.
Para penyimak juga mengikuti bacaan menggunakan hafalan yang dimiliki.
Kegiatan ini menjadi ajang murojaah, yaitu mengulang dan menguatkan hafalan Alquran para santri.
Di saat yang sama, tradisi tersebut menjadi syiar Islam menyambut datangnya Tahun Baru Hijriah.
Selama simaan berlangsung, panitia menempatkan puluhan wadah berisi air minum di hadapan para peserta.
Air itu kemudian dikenal masyarakat sebagai air mala barakka.
Banyak warga percaya air tersebut menjadi sarana memohon keberkahan karena berada di lokasi pembacaan Alquran.
Setiap tahun, masyarakat datang membawa botol hingga jeriken untuk membawa pulang air tersebut.
Kepala Kepesantrenan Pondok Pesantren DDI As-Salman, Jumardi Darwis, mengatakan tradisi itu telah menjadi agenda tetap pesantren setiap Muharam.
"Setiap tahun kami mengadakan simaan Alquran untuk menyambut Tahun Baru Hijriah. Masyarakat juga bisa membawa pulang air yang disiapkan selama pembacaan Alquran sebagai bentuk ikhtiar memperoleh keberkahan," ujar pria berpeci cokelat itu kepada Tribun-Timur.com, Senin (15/6/2026).
Menurut Jumardi, tradisi tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan.
Tradisi ini menjadi cara pesantren menanamkan kecintaan terhadap Alquran sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Selain simaan Alquran, pesantren juga menggelar doa akhir tahun dan awal tahun Hijriah, tausiah keagamaan, serta berbagai amalan sunnah.
Para santri juga dijadwalkan menjalankan puasa sunnah Muharam yang diakhiri dengan buka puasa bersama.
"Ini bagian dari pembinaan karakter dan pembiasaan ibadah bagi santri," katanya.
Rangkaian kegiatan akan dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren DDI As-Salman, Prof. Dr. KH. Kaswad Sartono, para guru, alumni, dan masyarakat.
Bagi warga Sidrap, mala barakka bukan sekadar tradisi.
Kegiatan itu menjadi pengingat, pergantian Tahun Baru Islam adalah momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat hubungan dengan Alquran, dan mempererat silaturahmi antara pesantren dengan masyarakat.
Laporan Reporter Tribun-Timur.com, Hardiyanti Kamaluddin.
| HMI Sinjai Matangkan Aksi Demo, Angkat Isu Kenaikan BBM |
|
|---|
| Punya Empat Stadion Bola, Luwu Timur Resmi Tuan Rumah Tunggal Porprov Sulsel 2030 |
|
|---|
| Sudah Sepekan Pembunuh Sopir Maxim di Maros Berkeliaran, Polisi Belum Ungkap Identitas Pelaku |
|
|---|
| Sambil Seruput Cokelat, Kapolres Parepare Jelaskan Rencana Pemeriksaan Eks Walikota soal Tunjangan |
|
|---|
| Gelombang Demo Nasional Meluas, PMII Palopo Sulsel Mulai Bahas Aksi Solidaritas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/MUHARRAM-Kepala-Kepesantrenan-Jumardi-Darwis-di-Pondok.jpg)