Panen 52 Hektare di Majjelling Wattang Bukti Implementasi IP 300 Berjalan Sukses
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memimpin panen IP 300 seluas 52 hektare di Majjelling Wattang, Maritengngae.
Penulis: Humas Setda Sidrap | Editor: Kiki Content Writer
Ringkasan Berita:
- Sidrap panen 52 hektare di Majjelling Wattang, menandai keberhasilan implementasi IP 300.
- Bupati Syaharuddin menargetkan peningkatan produksi hingga 10 ton per hektare dengan pendampingan PPL.
- DPRD Sidrap mengapresiasi petani dan meminta penyuluh terus menguatkan penerapan IP 300.
TRIBUN-TIMUR.COM — Panen padi seluas 52 hektare di Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, menjadi bukti nyata keberhasilan Program Indeks Pertanaman (IP) 300 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Panen yang dipimpin langsung Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif pada Senin (8/12/2025) ini menjadi capaian baru dalam peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Turut hadir Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, Kadis TPHPKP Ibrahim, Kadis PSDA Andi Safari Renata, camat, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Maritengngae, penyuluh pertanian, serta perwakilan Bank Sulselbar dan PT Pupuk Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin menyampaikan bahwa peningkatan hasil produksi per hektare menjadi fokus utama pemerintah daerah. Meski luas lahan pertanian Sidrap tidak sebesar kabupaten lain di Sulawesi Selatan, langkah memperkuat intensifikasi melalui IP 300 diharapkan dapat memperbesar output.
“Luas lahan kita memang tidak sebesar daerah lain seperti Bone atau Wajo, tetapi yang kita kejar adalah peningkatan hasil panen per hektare. Dengan IP 300, kita ingin hasil naik dan kelompok tani didampingi PPL untuk mencapai target 10 ton per hektare,” ujar Syaharuddin.
Ia menyebut pelaksanaan IP 300 di Majjelling Wattang sebagai sejarah baru untuk Sidrap.
“Ini pertama kalinya IP 300 diterapkan di Maritengngae, khususnya Majjelling Wattang, dan Alhamdulillah berjalan baik. Kita ingin Sidrap terus memperkuat posisinya sebagai lumbung beras dan membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain sektor pertanian, Syaharuddin juga menyinggung sektor unggulan Sidrap lainnya seperti produksi telur, daging ayam, dan energi terbarukan. Menurutnya, keberhasilan IP 300 memperluas peluang pasar bagi komoditas lokal.
Ia kemudian memaparkan rencana pola tanam tahun 2026, mulai dari MT 1 hingga MT 3, sekaligus dukungan sarana pertanian bagi kelompok tani.
“Pada MT 1 seluruh kelompok mengikuti pendampingan PPL dan Dinas Pertanian dengan target hasil 10 ton per hektare. Untuk Majjelling Wattang, kami menyiapkan satu unit transplanter, tambahan lima pompa air, serta satu unit rotavator,” terangnya.
Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse mengapresiasi petani Majjelling Wattang yang berani menerapkan IP 300 dengan luas 52 hektare. Ia meminta penyuluh untuk terus memberikan pendampingan agar petani lain semakin yakin menerapkan pola tanam ini.
“Ini bukti bahwa IP 300 bisa berjalan. Dokumentasikan hasilnya dan yakinkan petani lain. Hari ini kita melihat langsung hasil kerja bersama, dan semoga memberikan manfaat bagi masyarakat Sidrap,” ucapnya.
Keberhasilan panen IP 300 ini diharapkan menjadi model bagi pengembangan wilayah pertanian lainnya di Sidrap agar produktivitas dan pendapatan petani terus meningkat.(*)
| 'Sidrap Free Stunting' Diluncurkan, Gerakan Makan Telur Setiap Hari |
|
|---|
| CFD Sidrap Jadi Ajang Edukasi Gizi dan Lomba Makan Telur Anak |
|
|---|
| Syahar Harap Koperasi Merah Putih Tumbuhkan Ekonomi Sidrap di Desa |
|
|---|
| Syahar Panen Raya Jagung Bareng Kapolres, Dukung Target Swasembada Pangan Nasional |
|
|---|
| Sidrap Lumbung Beras Nasional, Syahar Alrif Paparkan Program IP300 ke Menteri PPN Rachmat Pambudy |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Program-IP-300-Berjalan-Sukses-di-Sidrap.jpg)