Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemkab Sidrap

Sidrap Bakal Punya Tempat Wisata Baru Geothermal Pajalele, Bupati: Siap Jadi Percontohan

Bupati Syaharuddin Alrif bertemu dengan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Luh Enik Ermawati untuk menjalin sinergi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Humas Setda Sidrap | Editor: Edi Sumardi
HUMAS SETDA SIDRAP
GEOTHERMAL SIDRAP - Pertemuan Bupati Sidrap, Syahruddin Alrif dengan Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, pada Kamis (18/9/2025). Mereka membahas potensi wisata panas bumi atau geothermal. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menunjukkan komitmen serius dalam mengembangkan pariwisata dengan pendekatan yang unik dan berkelanjutan.

Bupati Syaharuddin Alrif bertemu dengan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Luh Enik Ermawati untuk menjalin sinergi dalam menggarap potensi destinasi wisata berbasis energi terbarukan, khususnya Geothermal Pajalele.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, pada Kamis (18/9/2025), tidak hanya membahas Geothermal Pajalele di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, tetapi juga potensi wisata alam dan desa-desa wisata lainnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa meskipun Sidrap dikenal sebagai lumbung padi dan produsen energi terbarukan, sektor pariwisatanya belum tergarap maksimal.

Pada 2024, jumlah kunjungan wisatawan domestik di Sidrap hanya mencapai sekitar 75.000 orang, jauh di bawah daerah-daerah tetangga yang telah memiliki destinasi populer.

“Kami datang untuk menjalin sinergi. Sidrap siap menjadi destinasi wisata unggulan, dan menjadi daerah percontohan,” tegas Syaharuddin Alrif mengatakan.

Wakil Menteri Ni Luh Enik Ermawati menyambut baik inisiatif ini dan menekankan pentingnya sinergi program antara pusat dan daerah.

Menurut Kementerian Pariwisata, pengembangan wisata berbasis energi terbarukan seperti geothermal dapat menarik segmen pasar wisatawan minat khusus yang peduli lingkungan.

Potensi ini sejalan dengan tren global di mana wisatawan kini cenderung mencari pengalaman unik dan edukatif.

Studi dari platform perjalanan menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen wisatawan milenial dan Gen Z bersedia membayar lebih untuk destinasi yang berkelanjutan.

“Yang harus dicapai adalah sinergi program pusat dan daerah dalam pengembangan pariwisata. Kami juga mengajak Pemkab Sidrap berkolaborasi menyelenggarakan event-event wisata,” ujar Ni Luh.

Kolaborasi dengan pemerintah pusat diharapkan dapat membantu Sidrap dalam penyusunan masterplan pariwisata, peningkatan infrastruktur jalan, dan promosi yang lebih luas.

Dengan mengintegrasikan potensi energi terbarukan dan kearifan lokal, Sidrap tidak hanya berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisata, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian target pariwisata nasional dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada pilar energi bersih dan terjangkau serta pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Upaya ini menunjukkan bahwa pariwisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang ramah lingkungan dan inklusif.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved