Resahkan Warga, ODGJ Bawa Badik di Benteng Selayar Diringkus Polisi
Dan malam hari pria itu dijumpai berjalan kaki di Jl Pahlawan dengan membawa badik.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ansar
TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Seorang pria di Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan diringkus polisi, Sabtu (11/4/2026) malam.
Warga tersebut, Daeng Tinggi (55).
Ia berasal dari Kabupaten Jeneponto.
Warga tersebut diduga mengalami gangguan jiwa.
Ia berjalan di sepanjang Jalan Muh Krg Bonto pada siang hari.
Dan malam hari pria itu dijumpai berjalan kaki di Jl Pahlawan dengan membawa badik.
Warga resah karena Daeng Tinggi membawa badik.
Masyarakat khawatir jika Daeng Tinggi melukai warga.
Sehingga melaporkannya ke polisi, di Polres Selayar.
Tak lama kemudian, polisi akhirnya datang dan membujuk Daeng Tinggi lalu meringkusnya.
Menindaklanjuti laporan warga yang diterima melalui Bhabinkamtibmas Benteng Utara Aiptu Saeful, personel Unit Turjawali Sat Sabhara Polres Kepulauan Selayar langsung bergerak ke lokasi.
Banit Turjawali Sat Sabhara Polres Kepulauan Selayar Aiptu Muhammad Syahrun yang turut dalam pengamanan menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi.
"Kita terima laporan masyarakat bahwa aksi Daeng Tinggi meresahkan warga karena bersangkutan kemana-mana membawa senjata tajam jenis badik. Meskipun tidak mengamuk atau menyerang orang, namun untuk antisipasi kami amankan di Mapolres,” jelas Syahrun.
Dari hasil interaksi awal, pria yang diketahui bernama Daeng Tinggi (55), warga Selayar asal Kabupaten Jeneponto, mengaku mengalami tekanan hidup setelah ditinggal istrinya menikah dengan laki-laki lain.
Kondisi tersebut diduga menjadi pemicu gangguan kejiwaan yang dialaminya.
Seorang warga, Nur Kamal, mengaku khawatir dengan maraknya ODGJ yang berkeliaran di wilayah Selayar.
Ia menilai kondisi tersebut memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
"Kita semua tahu ODGJ tidak bisa dipidana, polisi hanya bisa mengamankan. Ini ranahnya pemerintah untuk melakukan penanganan medis," katanya.
Dan lebih utama menjaga keselamatan warga, juga untuk membantu mereka agar bisa pulih, harap Nur Kamal.
Peristiwa ini kembali mengingatkan kejadian sebelumnya, di mana seorang personel Polres Kepulauan Selayar, Briptu Muhlis.
Atas amukan itu, Muhlis mengalami luka hingga patah tulang saat mengamankan ODGJ yang mengamuk menggunakan kapak.
Insiden tersebut menjadi perhatian serius terkait pentingnya penanganan terpadu terhadap ODGJ yang berpotensi membahayakan.
Polres Kepulauan Selayar menegaskan akan terus merespons cepat setiap aduan masyarakat demi menjaga keamanan, sekaligus mendorong sinergi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, guna memastikan penanganan ODGJ dilakukan secara komprehensif, baik dari sisi keamanan maupun rehabilitasi medis.
Tahun 2025 lalu, aksi OGDJ menewaskan seorang ibu rumah tangga di Benteng, Selayar. (*)
| Kunci di Rak Sepatu, Emas Raib di Kamar Kost Selayar Sulsel |
|
|---|
| Dinamika Muscab PKB Zona 5 Sulsel: Dari Incumbent hingga 15 Penantang Baru |
|
|---|
| Jejak Kebesaran Persia Abadi di Bone Luwu hingga Jeneponto, Bukti Hubungan Iran-Sulsel Sedari Dulu |
|
|---|
| Polres Selayar Perketat Aturan, Santunan Kecelakaan Hanya untuk Pengendara Tertib |
|
|---|
| Padepokan Saung Taraju Jumantara dan Rapuhnya Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ODGJ-SELAYAR-Penanganan-OGDJ-di-Jl-Pahlawan-Benteng-Selayar.jpg)