Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nasib Warga Miskin di Pinrang, Hidup Susah Tapi Data Negara Sebut Punya Mobil dan Emas

Hendra mengaku sudah hampir dua tahun terakhir ini tinggal di sebuah rumah kontrakan.

Tayang:
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Moh Faizal Lupphy S
WARGA MISKIN - Warga kurang mampu di Pinrang, Hendra saat ditemui Tribun-Timur.com di rumah kontrakannya Jln Kandea, Kelurahan Penrang, Jumat (5/6/2026). Ia mengeluhkan carut marut pendataan bantuan sosial. 

Anak Hendra merupakan anak berkebutuhan khusus atau yang ia sebut sebagai anak istimewa.

Selain pihak dinas, pihak kelurahan juga sudah berulang kali mengambil data keluarga Hendra.

Namun, Hendra tidak pernah diberikan kepastian terkait pencairan bantuan sosial untuk keluarganya tersebut.

Pihak pemerintah beralasan bahwa semua data langsung dikelola oleh pemerintah pusat.

Hendra kemudian menduga bahwa data kemiskinan miliknya telah dimanipulasi oleh oknum tertentu.

Ia terkejut saat meminta seseorang mengecek datanya yang terdaftar di Dinas Sosial pusat.

Dalam data pusat, Hendra tercatat sebagai orang kaya yang memiliki banyak aset mewah.

"Data saya di pusat memiliki banyak sawah, banyak mobil," ungkap Hendra dengan heran.

Bukan hanya itu, istrinya juga ditulis memiliki simpanan emas dalam jumlah yang banyak.

Hendra merasa data tersebut sangat tidak masuk akal dengan kondisi riil kehidupannya kini.

"Tidak mungkin saya pergi sewa rumah begini kalau benar itu aset saya," tegasnya.

Ia menduga kuat hal ini terjadi karena kesalahan fatal dari petugas pendata setempat.

Pendataan itu sendiri sudah sering dilakukan sejak periode pertama mantan Bupati Pinrang Irwan Hamid.

Hendra bahkan pernah mendatangi langsung kantor lurah untuk mempertanyakan hak bantuan sosial miliknya.

Saat itu, pak lurah hanya meminta Hendra mengumpulkan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk.

Hendra mengaku heran karena tetangga di sekitar kontrakannya justru selalu mendapatkan bantuan pemerintah.

Ia berharap pemerintah segera membenahi data tersebut agar keluarganya bisa mendapat perhatian layak.

"Saya mohon dari pihak pemerintah agar data kami ini diperhatikan," harap Hendra memungkasi.

Laporan wartawan Tribun-Timur.com/Moh Faizal Lupphy S.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved