Ikon Kota Pinrang Terabaikan, Taman Lasinrang Kumuh
Warna yang sebelumnya mencolok kini berubah kusam dan tidak lagi memberikan kesan sebagai ikon kota.
TRIBUN-TIMUR.COM - Lapangan Lasinrang di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang semakin memprihatinkan, Minggu (3/5/2026).
Dari kejauhan, wajah taman Lasinrang Park mulai kehilangan daya tariknya.
Beberapa fasilitas sudah rusak dan tidak lagi terawat.
Di area lantai alun-alun, sejumlah tegel terlepas.
Kondisi ini membuat permukaan jalan di beberapa titik tidak rata.
Las Park yang selama ini dikenal sebagai ruang terbuka terkesan dibiarkan begitu saja.
Masuk lebih dekat ke bangunan utama, plafon di salah satu sisi jebol.
Rangka kayu di baliknya tampak jelas dari bawah, memperlihatkan kerusakan yang sudah cukup lama terjadi.
Sementara itu, area taman di sekeliling lapangan tidak terurus.
Rumput tumbuh tinggi tanpa pemangkasan, membuat kesan kumuh semakin terlihat di ruang publik tersebut.
Di beberapa sudut, sampah plastik berserakan.
Kondisi ini menambah kesan kawasan Lasinrang Park kurang mendapat perhatian dari pihak terkait.
Cat pada pagar dan bangunan taman pun memudar.
Warna yang sebelumnya mencolok kini berubah kusam dan tidak lagi memberikan kesan sebagai ikon kota.
Fasilitas toilet umum di bagian belakang area taman juga tidak digunakan.
Pintu masuk ditutup menggunakan seng dan papan kayu bekas, menandakan fasilitas tersebut tidak beroperasi.
Sejumlah pengunjung ditemui di lokasi mengaku kecewa dengan kondisi tersebut.
Mereka menilai Lasinrang Park yang dulu menjadi kebanggaan kini jauh dari kata nyaman.
Salah satunya, Ivan Alamsyah, mengaku sering datang ke lokasi tersebut.
Ia menyayangkan perubahan kondisi taman yang dinilainya semakin menurun.
"Kalau lihat sekarang, rumput tinggi, bangunan kusam. Jadi kesannya tidak terurus lagi," ujarnya di lokasi.
Ia juga menyoroti fasilitas toilet yang tidak dapat digunakan.
Menurutnya, hal tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengunjung.
"Kalau toilet ditutup, kami jadi kesulitan. Kadang harus cari tempat lain atau pulang lebih cepat," katanya.
Ivan mengaku khawatir dengan kondisi bangunan yang rusak, terutama plafon yang berpotensi membahayakan pengunjung jika dibiarkan.
"Takutnya ada material jatuh. Ini kan ruang publik, harusnya aman," jelasnya.
Di sisi lain, Pemerhati Pembangunan setempat, Sabaruddin, turut menyoroti kondisi Lasinrang Park.
Ia menilai ikon kota tersebut perlu perhatian serius dari pemerintah daerah.
"Taman Lasinrang ini ikon kota, jadi harusnya dirawat dengan baik," ujarnya.
Ia menyebut kondisi toilet umum saat ini sudah tidak layak digunakan.
Selain rusak, fasilitas tersebut juga tampak kotor dan tidak terawat.
"Toiletnya rusak, terkunci, dan tidak bisa dipakai," katanya.
Kerusakan juga terlihat pada beberapa bagian bangunan lain, termasuk atap yang bocor dan plafon yang hancur di sejumlah titik.
"Ini perlu perbaikan menyeluruh, bukan sekadar dibersihkan," katanya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan total agar Lasinrang Park kembali menjadi ruang publik yang layak dan nyaman.
| Tak Hanya Hutan Kota, Gerai Koperasi Merah Putih Juga Dibangun di Monumen Suppa Pinrang |
|
|---|
| Kurir di Pinrang Lapor Polisi Usai Dianiaya Konsumen Tak Mau Bayar COD |
|
|---|
| VIDEO: Turnamen Mini Soccer Bulisu Cup 2025 Pinrang |
|
|---|
| VIDEO: Warga Paleleng Demo di Kantor Bupati Pinrang |
|
|---|
| VIDEO: Makanan Bergizi Gratis Ramadan di Pinrang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Lapangan-Lasinrang-pinrang-2026-6.jpg)