Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Proyek Gedung Kelas Molor, Siswa SDN 24 Pinrang Dipindahkan ke Terminal Paleteang

Bukan penumpang yang memadati area terminal, melainkan siswa UPT SD Negeri 24 Pinrang

Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Rachmat Ariadi
PROYEK MOLOR - Murid UPT SD Negeri 24 Pinrang belajar di Terminal Penumpang Paletang, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (22/1/2026). Kain berwarna biru mengelilingi sudut-sudut terminal, berfungsi sebagai dinding pemisah antar kelas. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Pemandangan tak biasa terlihat di Terminal Penumpang Paletang, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Bukan penumpang yang memadati area terminal, melainkan murid UPT SD Negeri 24 Pinrang yang mengikuti aktivitas belajar.

Siswa terpaksa mengungsi dan melakukan aktivitas belajar di terminal dikarenakan pembangunan gedung sekolah tak kunjung selesai.

Dari pantauan Tribun-Timur.com sekira pukul 10.00 Wita, Kamis (22/1/2026), area terminal tampak disulap menjadi ruang kelas.

Kain berwarna biru mengelilingi sudut-sudut terminal, berfungsi sebagai dinding pemisah antar kelas.

Di balik kain biru itu, murid-murid SD terlihat serius belajar. Papan tulis hanya disandarkan di besi terminal.

PROYEK MOLOR - Murid UPT SD Negeri 24 Pinrang 13
PROYEK MOLOR - Murid UPT SD Negeri 24 Pinrang belajar di Terminal Penumpang Paletang, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (22/1/2026). Kain berwarna biru mengelilingi sudut-sudut terminal, berfungsi sebagai dinding pemisah antar kelas.

"Panas kak, tapi senang," ucap salah seorang siswa kepada Tribun-Timur.com.

Hanya beberapa meter dari kelas darurat, beberapa mobil terparkir menunggu penumpang.

Kepala UPT SD Negeri 24 Pinrang, Waliana mengatakan, pihaknya terpaksa menyulap area Terminal Penumpang sebagai kelas darurat karena pembangunan gedung kelas tak kunjung selesai.

Kata dia, aktivitas belajar di Terminal Penumpang itu sudah direstui orang tua murid.

"Kita belajar mengajar di sini karena gedung sekolah belum selesai pembangunannya," kata dia saat ditemui di Terminal Penumpang Paleteang.

"Sebenarnya beberapa kelas sudah selesai renov, cuma masih banyak material, bahaya juga. Tapi ini sudah persetujuan orang tua murid juga karena dinilai dekat," lanjutnya.

Waliana mengutarakan, sebanyak 11 kelas dijadikan kelas darurat di Terminal Penumpang Paleteang.

Pihaknya pun sudah mengantisipasi agar mobil-mobil penumpang tidak mendekati siswanya saat beraktivitas di area terminal.

"Ada 11 rombel atau kelas di sini. Untuk aktivitas mobil penumpang kami sudah antisipasi, guru-guru selalu mengawasi anak-anak saat beraktivitas," ucapnya.

Waliana pun berharap, perbaikan gedung sekolahnya segera selesai agar siswa kembali beraktivitas di sekolah.

"Iya harusnya selesai Desember 2025. Tapi mungkin terlambat, semoga cepat selesai gedung biar bisa kembali lagi ke kelas belajar," ujarnya.(*)

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved