Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Puting Beliung di Pinrang

SAKSI KATA Cerita Fitriani saat Puting Beliung Hantam 48 Rumah di Lanrisang Pinrang

Sejumlah tiang kayu penopang rumah panggung patah, atap rumah juga terlihat terlepas.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/ Rachmat Ariadi
PUTING BELIUNG. Warga Lanrisang, Fitriani saat ditemui Tribun-Timur.com, Senin (15/12/2025). Kondisi rumah Fitriani ambruk setelah dihantam angin puting beliung. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Dahsyatnya bencana angin puting beliung di Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) memporak-porandakan 48 rumah warga.

Sebanyak 3 desa di Kecamatan Lanrisang terdampak angin puting beliung yakni, Desa Padaelo, Kessie dan Jampue.

Satu rumah yang terdampak di Kelurahan Lanrisang milik Fitriani (28).

Dari pantauan Tribun-Timur.com, Senin (15/12/2025), rumah Fitriani terlihat ambruk.

Sejumlah tiang kayu penopang rumah panggung patah, atap rumah juga terlihat terlepas.

Di dalam rumah, sejumlah barang-barang seperti piring berserakan.

Fitriani menceritakan, saat kejadian itu dia bersama putranya bernama Fikran (3) berada di atas rumah.

Saat hujan turun disertai angin kencang tiba, membuat dirinya berniat menutup pintu rumahnya.

Namun tiba-tiba, angin puting beliung langsung menghantam rumahnya.

"Saya tetap bertahan di rumah, saya peluk anakku sambil berpegangan di tiang," katanya kepada Tribun-Timur.com.

Fitriani mengungkapkan, dahsyatnya angin puting beliung membuat sejumlah barang-barang di dalam rumahnya berterbangan.

Bahkan putranya sempat melayang dan hampir terbawa angin. Beruntung saat itu dirinya memeluk erat tubuh sang anak.

"Terbang semua mi barang, anakku sempat terangkat tapi saya peluk erat. Seandainya tidak saya peluk, mungkin terpental," ungkapnya.

Dia pun baru bisa bernapas lega setelah beberapa warga lainnya datang meneriakinya dari luar rumah.

"Roboh rumah, tapi saya tetap bertahan di atas rumah. Baru saya bisa bilang selamat, pas ada warga teriak baru saya keluar," ucapnya.

Fitriani mengutarakan, rumahnya sebenarnya baru sekitar 3 bulan dibangun.

Namun kondisi rumahnya saat ini sudah porak-poranda usai tersapu angin.

"Tidak ada sisa. Ini baru 3 bulan rumah ku di bangun tapi sudah jadi seperti ini. Mau bagaimana juga," ujarnya.

Fitriani dan putranya saat ini mengungsi di rumah mertuanya sambil menunggu bantuan dari pemerintah daerah Pinrang.

Dia pun mentaksir kerugiannya atas musibah bencana ini sekitar Rp 50 juta.

"Mengungsi di rumah mertua. Tadi ada yang data dari Pemkab mau dibantu pembangunan rumah," bebernya.

Sebelumnya, angin puting beliung terjadi di Kecamatan Lanrisang sekitar pukul 13.30 Wita, Minggu (14/12/2025).

Camat Lanrisang Bachrun Syah mengatakan, kerusakan rumah warga rata-rata di bagian atap.

Namun ada juga rumah warga yang rata dengan tanah.

"Kami sementara melakukan proses pendataan, untuk taksiran sementara rumah rusak mulai yang ringan hingga berat ada 40 rumah," katanya kepada Tribun-Timur.com.

Bachrun menjelaskan, angin puting beliung datang dengan cepat dan langsung menghantam rumah warga.

Angin muncul dari arah pantai ke permukiman warga. 

"Itu angin dari pantai bergerak ke permukiman warga. Sebentar tapi kerusakan yang ditimbulkan cukup parah," jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved