Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Petugas Damkar Parepare Tinggalkan Upacara Hari Lahir Pancasila Demi Padamkan Api di Rumah Warga

Tadi upacara Hari Lahir Pancasila baru mau berlangsung, kemudian kami mendapatkan laporan kebakaran. Iya, langsung bergerak semua anggota

Tayang:
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/Rachmat Ariadi
PADAMKAN API - Petugas Damkar Parepare berjibaku memadamkan api yang membakar satu rumah di Jalan Petta Cangge Bilalang, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulsel, Senin (1/6/2026). Petugas pemadam yang sedang mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila langsung ke lokasi setelah menerima laporan. 

Laporan jurnalis Tribun-Timur.com, Rachmat Ariady

PAREPARE, TRIBUN-TIMUR.COM - Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Petta Cangge Bilalang, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Senin (1/6/2026) pagi.

Satu unit rumah panggung beserta seluruh isinya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 Wita.

Saat upacara Hari Lahir Pancasila sedang berlangsung di Lapangan Andi Makkasau Parepare.

Mendapat laporan terjadi kebakaran, sejumlah petugas Damkar yang mengikuti upacara bergegas ke lokasi TKP.

Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar Parepare, Fransiskus mengatakan, sebanyak delapan unit armada mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

"Tadi upacara Hari Lahir Pancasila baru mau berlangsung, kemudian kami mendapatkan laporan kebakaran. Iya, langsung bergerak semua anggota, ada 8 mobil damkar kami kerahkan," katanya kepada Tribun-Timur.com.

Fransiskus mengungkapkan, setelah tiba di lokasi, anggotanya langsung berusaha memadamkan api.

Petugas membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menjinakkan api yang sudah melalap satu rumah.

"Sekitar 30 menit baru bisa dipadamkan," ungkapnya.

Dia mengutarakan, penyebab kebarakan saat ini masih tahap penyelidikan.

Namun dirinya menduga itu disebabkan korsleting listrik.

Tidak ada korban jiwa atas insiden itu, namun dua kepala keluarga (KK) harus mengungsi.

"Dugaa sementara korsleting listrik, tapi ini sementara penyelidikan. Tidak ada korban jiwa," ucapnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved