Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mirip Gaya Blusukan Jokowi, Tasming Hamid Turun Langsung ke Drainase

Gaya kepemimpinan serupa kini terlihat dilakukan Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, saat meninjau drainase tersumbat di Jalan Lahalede

Tayang:
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Rachmat Ariadi
PENYEBAB BANJIR. Wali Kota Parepare, Tasming Hamid mengenakan kemeja putih dan songkok hitam turun ke selokan cek sedimentasi di Jalan Lahalede, kawasan Masjid Taqwa, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang, Selasa (11/5/2026). Tumpukan sampah dan sedimentasi penyebab banjir di area tersebut. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aksi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang turun langsung masuk ke gorong-gorong saat menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 26 Desember 2012, menjadi simbol gaya kepemimpinan “blusukan” yang ikonik. 

Saat itu, Jokowi meninjau saluran air di kawasan Bundaran HI, tepatnya di depan Hotel Mandarin Oriental dan Kedutaan Besar Jerman, guna melihat langsung kondisi drainase penyebab banjir Jakarta.

Gaya kepemimpinan serupa kini terlihat dilakukan Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, saat meninjau drainase tersumbat di Jalan Lahalede, kawasan Masjid Taqwa, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang, Selasa (11/5/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan menyusul keluhan warga terkait genangan air hingga banjir yang kerap terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Dari pantauan Tribun-Timur.com, Tasming didampingi sejumlah pejabat, mulai dari Kepala Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, hingga camat dan lurah setempat.

Mengenakan kemeja putih, dasi merah, dan songkok hitam, Tasming tampak tidak ragu turun langsung ke drainase untuk melihat kondisi saluran air yang dipenuhi sampah dan sedimentasi.

“Kita turun langsung memantau tim yang melakukan pengerukan sampah pada drainase yang tersumbat akibat sampah,” kata Tasming Hamid.

Ia mengatakan, kawasan pusat Kota Parepare tersebut menjadi salah satu titik rawan banjir akibat drainase yang tidak berfungsi optimal karena sedimentasi dan tumpukan sampah.

Menurutnya, kehadiran dirinya bersama jajaran dinas terkait bertujuan memastikan langkah penanganan yang tepat agar banjir dan genangan air tidak terus berulang.

“Penanganan persoalan drainase menjadi perhatian serius pemerintah daerah demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat,” ungkapnya.

Tasming juga menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke saluran air.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Kalau drainase bersih, aliran air lancar dan potensi banjir bisa diminimalisir,” tegasnya.

Sementara itu, seorang warga bernama Rusli mengaku wilayah tersebut memang kerap dilanda banjir saat hujan deras turun.

“Selalu memang banjir. Sudah sering dikeruk sampah, tapi tetap seperti itu,” ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved