Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Usai Tegur Bocah Main Pengeras Suara

Sebelum insiden pengeroyokan terjadi, korban sempat menegur seorang bocah yang memainkan pengeras suara masjid menjelang waktu salat.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
PENGEROYOKAN - Ahmad (62) seorang imam Masjid As Salam, Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo mengalami penganiyaan yang dilakukan oleh 4 orang setelah menegur anak-anak yang bermain mikrofon masjid. Akibatnya mengalami luka lebam di wajah dan luka robek di bagian pelipis setelah diduga dikeroyok empat orang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO – Seorang imam masjid di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, menjadi korban dugaan pengeroyokan usai menegur anak-anak yang bermain mikrofon di dalam masjid.

Korban diketahui bernama Ahmad (62).

Ia mengalami luka lebam di wajah dan luka robek di bagian pelipis setelah diduga dikeroyok empat orang.

Peristiwa itu terjadi di halaman Masjid As Salam, Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, pada Rabu (29/4/2026) sore.

Saat kejadian, Ahmad baru saja selesai memimpin salat Asar dan hendak keluar dari area masjid.

Ahmad mengatakan, sebelum insiden pengeroyokan terjadi, dirinya sempat menegur seorang bocah yang memainkan pengeras suara masjid menjelang waktu salat.

Menurut dia, anak tersebut sempat dijitak sebagai bentuk teguran.

“Setelah salat Asar saya hendak turun dari masjid. Ternyata sudah ada keluarga dari anak yang sebelumnya ditegur lantaran memainkan mikrofon masjid,” kata Ahmad kepada media, Minggu (3/5/2026) sore.

Baca juga: Kronologi Guru Pesantren di Bone Tikam Remaja, Berawal dari Pengeroyokan hingga Terdesak

Ia mengaku sempat dimarahi oleh keluarga bocah tersebut karena dituduh memukul anak mereka.

Saat berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya, Ahmad mengaku tiba-tiba dipukul dari arah belakang.

“Namun pada saat menjelaskan kejadiannya tiba-tiba ada pukulan dari arah belakang dan mereka langsung memukuli saya secara bersama-sama,” bebernya.

Akibat kejadian itu, Ahmad mengaku dianiaya oleh empat orang.

Mereka terdiri dari tiga laki-laki dewasa dan satu perempuan.

“Ada sekitar empat orang yang melakukan pengeroyokan, tiga orang laki-laki dewasa dan satu orang perempuan,” ungkap Ahmad.

Akibat luka yang dialami, Ahmad sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit selama tiga hari.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved