Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSMTI Palopo Perkuat Toleransi Lewat Perayaan Imlek dan Buka Puasa Bersama

Gedung acara pun didekorasi dengan ornamen bernuansa merah yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

Tayang:
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Andi Bunayya Nandini
IMLEK DI PALOPO - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Palopo bersama BPR Hasamitra menggelar Malam Mitra Harmoni Tahun Baru Imlek 2026 yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Rasdiana Center, Jalan Durian, Kelurahan Lagaligo, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan pada Minggu (22/2/2026). 

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan membangun harmonisasi sebagai wujud penghargaan dan toleransi yang telah lama dijaga di Tana Luwu, dengan falsafah: Sipakatau (memanusiakan manusia), Sipakalebbi (saling menghargai/memuliakan), dan Sipakainge (saling mengingatkan).

Prinsip tersebut, kata Robin menciptakan harmoni, menjaga martabat, dan menjadi pedoman hidup untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.

Robin juga menyinggung dominasi warna merah pada dekorasi gedung.

Menurutnya, merah merupakan warna favorit masyarakat Tionghoa karena melambangkan vitalitas, kebahagiaan, dan keberuntungan.

Dalam berbagai peristiwa sukacita seperti syukuran dan pernikahan, warna merah sangat dominan.

Merah juga melambangkan keberanian, pantang menyerah, dan karakter yang kuat.

Sementara, Ketua PSMTI Sulawesi Selatan, Thiawudy Wikarso, menegaskan Imlek bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Tionghoa.

“Imlek adalah simbol harapan baru, semangat baru, dan tekad baru untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Lentera yang menyala bukan hanya memperindah suasana, tetapi melambangkan cahaya harapan di tengah perjalanan hidup kita,” kata Thiawudy dalam sambutannya.

Ia menambahkan, perayaan Imlek tahun ini terasa semakin istimewa karena berlangsung di bulan suci Ramadan.

“Perpaduan dua momentum besar ini mengajarkan nilai yang sama tentang introspeksi diri, memperkuat iman, mempererat silaturahmi, dan berbagi kepada sesama. Inilah indahnya Indonesia. Di Kota Palopo, kita merayakan keberagaman bukan sebagai perbedaan yang memisahkan, tetapi sebagai kekayaan yang menyatukan,” katanya.

Menurutnya, Ramadan mengajarkan kesabaran dan kepedulian, sementara Imlek mengajarkan kerja keras dan harapan.

Keduanya bertemu dalam satu nilai universal, yakni kebaikan.

PSMTI, lanjutnya, hadir bukan hanya sebagai organisasi sosial kemasyarakatan Tionghoa, tetapi sebagai bagian utuh dari bangsa Indonesia yang terus berkontribusi menjaga harmoni serta mempererat persatuan lintas suku dan agama.

Di tengah dinamika sosial dan tantangan ekonomi, ia mengajak seluruh pihak menjadikan Imlek dan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas, membantu yang lemah, memberdayakan pelaku usaha kecil, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.

“Atas nama PSMTI Sulawesi Selatan, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek. Semoga tahun ini membawa kesehatan, kedamaian, keberkahan, dan kesejahteraan bagi kita semua. Kepada saudara-saudara Muslim, selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Semoga amal ibadah kita diterima dan membawa kebaikan bagi kehidupan bermasyarakat. Gong Xi Fa Cai, Wan Shi Ru Yi,” tutupnya. (*)

 

Laporan Wartawan Kontributor Tribun-Timur: Andi Bunayya Nandini

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved